Jumat, 15 Desember 2017 | 00:10 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

DPR Nilai Pembentukan ‘‘Holding‘‘ BUMN Terlalu Dini 

Ilustrasi Kementerian BUMN (Istimewa)
Ilustrasi Kementerian BUMN (Istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu dini membentuk perusahaan gabungan (holding) perusahaan plat merah.

Pasalnya masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki pada internal masing-masing BUMN.

Anggota Komisi VI Dwie Arum menjelaskan pihaknya belum satu pemikiran dengan pemerintah untuk merealisasikan holding BUMN ke depannya.

Adapaun keenam holding BUMN yang rencananya akan dirampungkan tahun ini yakni, migas, tambang, perbankan dan jasa keuangan, perumahan, kontruksi dan jalan tol, serta pangan

Lebih baik kita menata dulu internal manajemen BUMN yang ada. Setelah baik semuanya, aset diperbaiki, hutang diperkecil, mungkin baru kita bisa ke sana (holding)," tuturnya, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Meski demikian pemikiran pembentukan perusahaan gabung untuk memperkuat kinerja BUMN patut diapresiasi. Tapi, kata Dwie, masih ada yang perlu diperbaiki dan dipikirkan sebelum holding BUMN dibentuk.

"Saya apresiasi rencana holding ini, pasti ada tujuan baik dari kementerian. Tapi kami di parlemen melihat yang terpenting adalah perbaikan terlebih dahulu," ujarnya.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?