Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:04 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Sesuai Arahan Jokowi, Kepala BKPM Temui Investor Asal Tiongkok

Kepala BKPM Thomas Lembong (Strait Times)
Kepala BKPM Thomas Lembong (Strait Times)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pekan depan, Pemerintah Indonesia kembali melakukan langkah aktif untuk meningkatkan investasi ke Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dijadwalkan menjadi pembicara kunci dan bertemu dengan investor dan calon investor dari Tiongkok dalam kegiatan Manado International Conference on Tourism (Invest Manado) pada 23-24 Mei 2017.

Dalam kegiatan tersebut, BKPM akan bekerjasama dengan Pricewaterhouse Coopers serta Broadway Malyan. Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti kunjungan Presiden Joko Widodo yang hadir dalam KTT One Belt One Road (OBOR) 14-15 Mei 2017 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jin Ping dan sepakat untuk meningkatkan kerja sama investasi Indonesia-Tiongkok. Thomas menyampaikan, bahwa kegiatan Invest Manado dilakukan untuk mendapatkan porsi investasi yang lebih besar dari Tiongkok.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, konsep OBOR yang selaras dengan visi Presiden tentang menjadikan Indonesia poros maritim dunia. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi dari Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurutnya, dengan dibuka penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok seperti Shenzhen, Shanghai dan Guangzhou ke Manado berdampak positif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Manado

"Kondisi ini idealnya diikuti oleh pembangunan sarana pariwisata di Manado. Investasi dari sektor pariwisata seperti perhotelan maupun infrastruktur penunjang lainnya dapat dilakukan,” katanya.

Dari data BPS, kunjungan wisatawan ke Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun 2015 sebesar 1,11 juta wisatawan meningkat 38% menjadi 1,53 juta wisatawan.

Khusus wisatawan dari Tiongkok, Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara mencatat lama rata-rata tinggal wisatawan mencapai 5 hari 4 malam dengan jumlah pengeluaran Rp10-15 juta.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi dari Negeri Tirai Bambu yang tumbuh pesat akan diarahkan pada investasi yang berkualitas.

“Selama ini beberapa perusahaan Tiongkok yang masuk menanamkan modalnya di sektor smelter, otomotif, dan juga elektronik,” pungkasnya.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?