Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:33 WIB

  • News

  • Ekonomi

Petakan Potensi Energi, Ditjen Migas Siapkan Kapal Canggih Pemetaan Laut

Dirjen Migas Ego Syahrial
ESDM
Dirjen Migas Ego Syahrial

SELAT SUNDA, NETRALNEWS.COM - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) tengah menyiapkan kapal berteknologi canggih untuk memetakan potensi energi yang tersimpan di perairan laut Indonesia.

"Data seismik tersebut, akan ditawarkan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) sebagai indikasi awal pelelangan Wilayah Karya (WK) yang akan diajukan, panjang kabel seismik aja ditambah hingga 6 ribu meter," kata Dirjen Migas Ego Syahrial kepada Antara ketika turut serta dalam uji coba Kapal Geomarin III di Selat Sunda, Minggu (6/8/2017).

Kapal Geomarin III yang saat ini masih memiliki kabel seismik sepanjang 700 meter, merupakan satu-satunya kapal yang dimiliki Indonesia yang mampu memetakan potensi dasar laut melalui survei seismik. Saat ini Kapal Geomarin III dapat memberikan gambaran potensi gas dan minyak ataupun kandungan mineral dengan tampilan dua dimensi.

"Dua dimensi sudah bagus, tapi belum cukup, karena standard untuk kepentingan migas adalah tiga dimensi, sehingga investor lebih tertarik serta dapat gambaran lokasi secara detail," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM F.X. Sutijastoto mengatakan untuk meningkatkan kemampuan Geomarin III ditargetkan bisa dilakukan hingga akhir 2017.

"Saat ini sedang ditingkatkan kemampuannya, dan hal tersebut membutuhkan investasi sebanyak Rp70 miliar," kata Sutijastoto.

Selain itu, jika ingin meningkatkan secara keseluruhan untuk memberikan data detail pemetaan migas di lautan Indonesia, dibutuhkan nilai investasinya sebesar Rp300 miliar agar kapal seismik Indonesia memiliki kemampuan pemetaan berstandard internasional.

Selama ini investor jika ingin ikut lelang sebagai operator Wilayah Karya (WK) selalu menggunakan pihak ketiga untuk mendapatkan data identifikasi. Sedangkan saat ini Kementerian ESDM sudah memiliki kapal Geomarin III yang mampu memberikan data survei tersebut.

Hal ini dimaksudkan agar data dapat dimiliki Indonesia secara langsung tanpa diketahui pihak ketiga yang disewa investor, sehingga KKKS atau investor dapat memanfaatkan data tersebut secara resmi melalui Kementerian ESDM sebagai paket lelang WK.

Indonesia wilayah timur masih memiliki banyak titik buta yang belum terpetakan potensi laut dalamnya.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hari Minggu (6/8), melaksanakan uji coba (Sea Trial) Kapal Riset Geomarin III di Selat Sunda.

Sea trial ini merupakan persiapan pelaksanaan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (Migas) Perairan Arafura, Papua dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) di perairan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Sea Trial ini, dilakukan juga uji coba peralatan survei yang digunakan untuk pengambilan data geologi dan geofisika kelautan.

Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?