• News

  • Ekonomi Mikro

Tenun Ikat Karya Desa Patawang Dipamerkan di Expo Asian Games

Tenun ikat khas Desa Patawang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dipamerkan dalam
NNC/Vito Adhityahadi
Tenun ikat khas Desa Patawang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dipamerkan dalam "Expo and Conference Asian Games 2018".

JAKARTA, NNC - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) menampilkan produk kebudayaan daerah tertinggal pada "Expo and Conference Asian Games 2018" di halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora). Salah satu yang ditampilkan yakni tenun ikat khas Desa Patawang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. 

Pengrajin tenun ikat Sumba Timur, Hosea mengatakan, dirinya telah menyiapkan tenun ikat khas Desa Patawang untuk diperlihatkan kepada para atlet dan tamu yang datang ke Expo and Conference Asian Games 2018. Produk budaya tersebut adalah karya orisinal ibu-ibu yang berisi para perajin tenun ikat. Dirinya pun berharap para pengunjung dapat menikmati sekaligus mengetahui kekayaan ragam budaya nusantara. 

"Keistimewaan tenun ikat Desa Patawang dan Pau ini adalah pewarna alami yang kami gunakan. Dari 5 jenis kain, motif Patawang atau Pau tidak bisa dikerjakan di beberapa tempat. Salah satu yang terkenal adalah motif Patularatu untuk bangsawan," ungkap Hosea, Minggu (20/8/2018). 

Para pengunjung nantinya dapat belajar dan praktik cara menenun songket dan ikat. Mereka akan didampingi para perajin yang datang langsung dari Desa Patawang. Sebagai kenang-kenangan, para atlet dan pengunjung dapat berfoto langsung dengan kain-kain yang disiapkan. Mereka juga dapat membeli tenun ikat tersebut dengan harga yang beragam.

Program Director Caventer, Fitri Ningrum mengapresiasi langkah Kemendes PDTT yang berkomitmen mempromosikan produk budaya yang sarat dengan nilai adat. Momen ini sejalan dengan visi dan misi Caventer yang berupaya untuk mengedukasi dan promosi desa wisata di daerah tertinggal.

"Yang kami lakukan adalah aktivisme kebudayaan. Pada event ini kami juga menyiapkan berbagai macam aksesori daerah. Para atlet bisa mencobanya. Kami ingin para atlet memiliki experience dengan mencobanya langsung dengan harapan ada ketertarikan untuk datang ke daerah tersebut," kata Fitri.

Selain tenun ikat dari Sumba Timur, booth Kemendes PDTT juga akan menampilkan atraksi seni musik sasando dari Kabupaten Rote Ndao (19-22 Agustus), atraksi seni canang dari Kabupaten Aceh Singkil (26-29 Agustus), serta lompat batu Nias dari Kabupaten Nias Selatan (19-21 Agustus).

Expo and Conference Asian Games 2018 akan dibuka secara resmi pada 20 Agustus 2018. Expo yang berlangsung di halaman kantor Kemenpora ini berlangsung sampai tanggal 29 Agustus 2018. Para atlet Asian Games 2018 akan diajak untuk mengunjungi expo tersebut bersama para perwakilan dari Kedutaan Besar masing-masing negara. 

 

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?