• News

  • Gaya Hidup

Pengamat Gaya Hidup: Internet Kini Jadi Beban Hidup

Ilustrasi penggunaan internet.
Istimewa
Ilustrasi penggunaan internet.

JAKARTA, NNC - Pengamat Gaya Hidup Dwi Sutarjantono mengatakan, saat ini internet menjadi beban hidup. Menurutnya, saat ini gaya hidup berpusat pada teknologi dan penggunaan internet serta gawai mendominasi dari bangun tidur hingga akan tidur.

"Beban hidup saat ini di internet. Misalnya liat orang traveling di media sosial (medsos), lihat pasangan yang dinilai jadi relationship goals, buat orang kerja keras dan ingin berupaya mencapainya," kata Dwi saat Konferensi Pers-'Generasi O’ Terancam  Penyakit Tidak Menular Sun Life Financial Indonesia Hadirkan Kampanye ‘Live Healthier Lives’, Kamis (28/11/2018).

Dalam mencapai berbagai hal yang diinginkan, generasi muda utamanya, akan bekerja apa saja untuk mendapatkan uang yang banyak. Pola pikir generasi muda juga efektif, termasuk cara kerjanya, namun terkadang kerap abaikan kesehatan.

"Kalau bisa kerja lembur sehari, kerjakan saja. Jadi mereka overworked (terlalu banyak bekerja), overeating (terlalu banyak makan), dan overwhelmed (hidup makin kewalahan)," kata Dwi. 

Pernyataan ini disampaikan Dwi, dalam menanggapi hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2014, 2016 dan 2017 menemukan bahwa, masyarakat di Asia termasuk Indonesia, masuk dalam kategori ‘Generasi O’. Generasi O adalah mereka yang terlalu banyak bekerja (overworked), banyak makan tidak sehat (overeating) dan hidup makin kewalahan (overwhelmed). Hasil riset juga menyimpulkan bahwa populasi Generasi O semakin meningkat 

Keadaan ini terjadi seiring dengan gaya hidup masyarakat khususnya generasi muda. Misalnya saja gaya hidup yang cenderung menjalani pola hidup tidak teratur, mengabaikan asupan makanan yang baik, jarang olahraga serta mendapat tekanan dari berbagai pihak. 

Hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2016/17 mencatat bahwa sebagian besar generasi muda Indonesia belum rutin berolahraga (51%), tidur kurang dari 6 jam per hari (34%) serta memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat (32%). Penduduk Indonesia yang mengatakan bahwa mereka merokok lebih dari satu kali per hari juga cenderung lebih tinggi persentasenya dibanding dengan negara lain (22%, dibandingkan dengan 13% secara regional). 

"Banyak yang hidup di dunia maya. Ketemu orang di dunia maya, pesan makan dari online. Jadi dari bangun sampai tidur bisa di tempat tidur. Mereka jadi malas bergerak," kata Dwi.

Keadaan ini juga membuat Generasi O mengetahui pola hidup sehat dengan mengunduh aplikasi makanan sehat, senam sehat dan lainnya. Namun disayangkan, hal itu hanya sebagai trend bukan kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal pola hidup Generasi O bisa berdampak pada kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM), stress, bahkan meninggal muda. 

"Mereka olahraga, ke gym tapi hanya untuk foto. stres lampiaskan ke makan, ke club, minum alkohol, nonton film di gawai, nongkrong ke kafe, makan makanan tidak sehat. Itu buat tidak gerak dan tidak olah raga," kata Dwi. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?