• News

  • Gaya Hidup

Soal Feng Shui dalam Desain Interior, Ini Kata Praktisi

Feng Shui dipakai untuk mengetahui unsur positif dalam rumah. (Dok:Fengshui)
Feng Shui dipakai untuk mengetahui unsur positif dalam rumah. (Dok:Fengshui)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bagi segelintir kalangan feng shui dianggap penting ketika mendesain sebuah ruangan. Ingin mendapat unsur positif, menjadi salah satu alasan feng shui sangat diperhatikan.

Hal itu pun diamini oleh Katherina Suteja selaku Program Director Interior Design LaSalle College Jakarta.

"Betul mas, untuk desain ruangan (desain interior) memang tak lepas dari feng shui," kata Katherina kepada Netralnews.com, di Jakarta, belum lama ini.

Lantas, seberapa penting feng shui di dalam desain interior?

Meski mengamini, Katherina yang merupakan pengajar serta seorang praktisi desain interior ini mengatakan bahwa semuanya tergantung dari keinginan klien.

"Untuk feng shui sendiri kita harus liat dari kliennya dulu, apakah klien kita memang percaya dengan feng shui atau tidak. Jadi, memang harus dibicarakan terlebih dahulu," ungkap Katherina.

Katherina menambahkan, jangan sampai pakem dalam feng shui yang ia ketahui terbentur dengan keinginan klien.

"Kita (desainer) harus cari cara agar tidak terbentur dengan keinginan klien, diskusi gitu. Kita harus tahu keinginan feng shui dari klien itu sendiri. Jangan sampai, klien bilang 'Gara-gara desainer interior ini nih feng shui jadi jelek'. Nama kita juga yang jelek," kata Katherina seraya tersenyum.   

Katherina kemudian menjabarkan sedikit soal feng shui dalam desain interior yang ia ketahui.

"Contohnya, kalau di bawah dapur, di atasnya gak boleh kamar tidur, terus misalnya kita buka pintu gak boleh ada kaca. Umumnya seperti itu sih, desain interior pasti udah tahu," kata Katherina.

Untuk kamar tidur, kata Katherina, biar dapat energi positif harus bagus dari sisi pencahayaan dan sirkulasi udara. Kemudian, untuk penghuni ruang biasanya tidak boleh bagian kepala menghadap jendela.

"Terus kenapa kita buka pintu gak boleh ada kaca? Takutnya energi kita yang positif ketekel istilahnya, kebuang karena ada kaca, kayak gitu sih mas," tandas Katherina.

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?