Kamis, 14 Desember 2017 | 23:51 WIB

  • News

  • Healthy Life

Minum Air Hujan Bikin Anak Pintar?

Ilustrasi anak mandi hujan.(dok.sheknows)
Ilustrasi anak mandi hujan.(dok.sheknows)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beragam tradisi dan budaya membuat Indonesia kaya dengan berbagai hal yang sangat menarik untuk ditelusuri. Terlebih, tradisi yang satu ini. Meminum air hujan dipercaya bisa membuat anak-anak lebih pintar. Benarkah? 

Tradisi minum air hujan ini dilakukan oleh sebagian masyarakat Garut, Jawa Barat. Di sana anak-anak kecil biasa diminumi air hujan yang dipercaya dapat membuat anak-anak lebih pintar. 

Mitos ini ternyata sudah melegenda selama ratusan tahun. Meski praktik ini sudah jarang dilakukan, tapi masih ada sebagian warga Garut yang menggunakan terapi ini. 

Menurut sejarah, mitos meminum air hujan bagi anak-anak bermula dari adanya titah Embah Dalem Arif Muhammad. Sosok ini merupakan salah satu leluhur Garut yang hingga kini petuahnya tetap dipatuhi oleh anak keturunannya.

Tak semudah dibayangkan, air hujan yang diminum harus terlebih dahulu melewati berbagai syarat ritual. Air hujan yang digunakan adalah air hujan yang jatuh pertama kali pada setiap turun hujan. 

Air hujan itu harus ditadahi langsung dari langit, bukan air hujan yang terlebih dahulu jatuh menimpa genteng atau dedaunan. Air hujan ditampung dengan menggunakan botol, bukan dengan gelas atau wadah lainnya. 

Setelah botol penuh terisi air, langkah selanjutnya adalah dengan mendiamkannya selama satu hari satu malam hingga kotoran mengendap, kemudian memantrai air tersebut dengan jampi-jampi khusus yang diwariskan oleh Embah Dalem Arif Muhammad. 

Jampi-jampi khusus ini hingga kini masih ada dalam bentuk tulisan daun lontar dan disimpan di Museum Kabupaten Garut

Setelah air hujan siap minum kemudian diminumkan ke anak sebanyak tiga gelas, pada pagi, siang, dan sore hari. Tradisi yang merupakan warisan dari Embah Dalem Arif Muhammad ini hingga kini masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Garut terutama yang tinggal dipedesaan. 

 

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?