Minggu, 22 Oktober 2017 | 06:14 WIB

  • News

  • Healthy Life

Perut Kosong? Sebaiknya Anda Jangan Konsumsi ini

Ilustrasi Yogurt.(dok.natural)
Ilustrasi Yogurt.(dok.natural)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kalau sedang lapar dan perut tengah kosong, Anda bisa dipastikan ingin memakan apa saja yang ditemui. Tapi ternyata tidak semua makanan baik untuk dimakan saat perut sedang kosong. Berikut makanan mana yang baik dan buruk bagi perut Anda, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Yogurt
Jika orang makan yogurt saat perut kosong, di perut akan terbentuk asam klorida, dan itu akan membunuh bakteri asam laktat yang berfungsi memfermentasikan karbohidrat untuk produksi asam laktat. Sehingga makan yogurt untuk sarapan malah merugikan tubuh.
 
Pir
Serat-serat kasar yang dikandung buah pir dapat merusak membran mukosa atau selaput halus dalam organ pencernaan, jika kita memakannya saat perut dalam keadaan kosong.
 
Tomat
Tomat mengandung asam tanik (tannic acid) dalam jumlah besar. Ini meningkatkan kadar asam di lambung, dan akhirnya bisa menyebabkan ulkus peptikum atau rusaknya membran mukosa yang menjadi lapisan pelindung organ pencernaan.

Mentimun
Pada dasaranya sayuran mentah adalah sumber asam amino yang bagus. Tapi ini bisa menyebabkan gangguan jantung, menyulut rasa perih dalam perut juga terbentuknya gas yang menyebabkan perut terasa kembung, terutama jika disantap saat perut kosong.
 
Pisang
Menurut studi, menyantap pisang saat perut kosong bisa menaikkan kadar magnesium dalam tubuh secara drastis. Dan ini bisa merugikan jantung.
 
Jeruk
Jeruk banyak mengandung asam. Jika disantap dalam jumlah banyak saat perut kosong, buah ini bisa menyebabkan rasa perih dalam perut, atau juga gastritis atau radang lambung. Dalam situasi ekstrim juga bisa menyebabkan ulkus peptikum atau kerusakan pada lapisan pelindung organ pencernaan.
 
Minuman Berkarbonasi
Menikmati minuman yang mengandung asam karbonat di pagi hari saat perut kosong bisa merusak membran mukosa dan mengganggu aliran darah ke perut. Dampaknya: makanan dicerna dengan sangat lamban.

Reporter : Sesmawati
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?