• News

  • Hiburan

Ananda Sukarlan Kerja Sama dengan Penari Keterbatasan Fisik

Ananda Sukarlan kerjasama dengan penari keterbatasan fisik.
Dok: Ananda Sukarlan
Ananda Sukarlan kerjasama dengan penari keterbatasan fisik.

JAKARTA, NNC - Setelah menulis banyak karya untuk para musikus dengan keterbatasan fisik (jumlah jari yang kurang dari 10, satu tangan yang berfungsi), kini Ananda Sukarlan bekerja sama dengan para penari dengan keterbatasan fisik, antara lain menari dengan menggunakan kursi roda.

Ini adalah kerjasamanya dengan Candoco Dance Company dari Inggris, yang akan datang ke Jakarta bekerjasama dengan British Council Jakarta dan ballet.id .

Hasil karya-karya itu akan ditampilkan di pembukaan Festival Bebas Batas, Sabtu 13 Oktober 2018 pukul 16.00 di Galeri Nasional, Jakarta.

Festival ini menampilkan hasil karya seni para seniman yang memiliki keterbatasan / perbedaan khusus, baik fisik maupun mental dan pameran seninya akan berlangsung hingga 29 Oktober.

Can Do Dance Company (Candoco) adalah sebuah sanggar tari Inggris yang didirikan tahun 1991, dengan spesialisasi eksplorasi penari berkebutuhan khusus.

Untuk pertunjukannya, mereka menggunakan para koreografer ternama dunia sehingga hasil karyanya selalu berkualitas. Untuk kerjasama mereka dengan komponis Indonesia yang sudah mendunia ini, mereka akan bekerjasama dengan 10 penari dari Indonesia juga, 5 dengan difabilitas, dan 5 tidak.

Koreografernya adalah Susanna Recchia, dan bersama para penari dari Inggris mereka akan tiba sekitar seminggu sebelum pertunjukan, sudah dengan konsep yang jelas untuk kemudian disampaikan kepada para penari Indonesia. Musik Ananda yang digunakan adalah karya-karya piano dari koleksinya "Alicia's Piano Book" yang akan dimainkan oleh komponisnya sendiri tanggal 13 Oktober nanti.

Selain itu Ananda akan memainkan beberapa karya piano solonya untuk pianis berkebutuhan khusus (tanpa koreografi), seperti yang tidak perlu menggunakan pedal atau karya Rapsodia Nusantara no. 15 yang sangat virtuoso, dimainkan oleh tangan kiri saja.

Mengenai Alicia's Piano Book, Ananda menjelaskan "Itu sebetulnya karya-karya yang ditulis untuk anak saya sewaktu masih belajar piano, tapi setelah dikumpulkan dan diterbitkan, ternyata jadi banyak dipakai dan disukai guru-guru dan murid piano.

Ada beberapa yang jadi ngehitz seperti Lonely Child, Airport Blues dll, yang jadinya sering ditampilkan oleh para pianis, bahkan profesional, di konser-konser mereka. Kini buku-buku tersebut banyak dipakai di berbagai sekolah musik di Spanyol.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?