Sabtu, 27 Mei 2017 | 22:32 WIB

  • News

  • Hiburan

Demi Pelestarian, Gilang Ramadhan Gagas Museum Tetabuhan Nusantara

Rabu, 11 Januari 2017 | 20:51 WIB
Musisi drummer Gilang Ramadhan.(dok.gilangramadhan)
Musisi drummer Gilang Ramadhan.(dok.gilangramadhan)

Berita Terkait

DENPASAR, NETRALNEWS.COM - Seorang musisi drummer Gilang Ramadhan menggagas Museum Tetabuhan nusantara yang akan memilih lokasi di Pulau Bali.

"Tetabuhan (musik tradisional) itu dinilai sangat penting untuk dilestarikan sebagai proteksi negara dan ciri khas Indonesia," kata Gilang Ramadhan di Denpasar, Rabu (11/1/2017), dikutip dari Antara.

Pria kelahiran Bandung 54 tahun yang silam itu kini sedang memilih lokasi pembangunan museum tersebut, yang membutuhkan lahan sekitar 5-10 hektare.

Museum yang akan dibangun sedemikian rupa itu akan mengoleksi ribuan jenis musik tradisional dari seluruh daerah di Nusantara.

Gilang mengharapkan dalam mewujudkan museum yang unik dan menarik itu ada peranserta dan dukungan dari seluruh provinsi di Indonesia, terutama dalam pemeliharaannya.

Selain itu, lanjut Gilang, museum tersebut akan mampu menjadi wahana pariwisata Indonesia, sekaligus menambah daya tarik Bali bagi wisatawan mancanegara.

Museum Tetabuhan tersebut nantinya juga diharapkan menjadi pusat pendidikan instrumen musik nusantara pertama dan terlengkap di Indonesia.

"Hal itu merupakan impian saya atas kecintaan terhadap dunia musik untuk mempertahankan budaya dan warisan leluhur orang Indonesia," ujar Gilang Ramadhan.

Gilang menjelaskan, gagasannya itu pernah disampaikan kepada sejumlah menteri, termasuk kepada Presiden Jokowi Widodo ketika masih menjadi Gubenur DKI Jakarta.

Untuk itu pihaknya akan merancang Festival Tetabuhan secara berkesinambungan setiap tahunnya untuk memperkenalkan ciri khas musik Indonesia.

Sementara itu, pihaknya memperkenalkan musik Indonesia ke luar negeri dengan nama "rhythm sawah".

"Nama itu, terinspirasi dari makanan pokok orang Indonesia yakni beras yang berasal dari padi yang ditanam di sawah," katanya.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?