Jumat, 15 Desember 2017 | 00:08 WIB

  • News

  • Hukum

Ini Ancaman Kapolri Jika Ada Pelanggaran dalam Insiden Penembakan Brimob

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian
Istimewa
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah menginstruksikan penyelidikan terhadap kasus bunuh diri anggota Brimob usai menembak dua rekannya di Blora, Semarang, Selasa (10/10/2017) malam.

Tito menegaskan, jika dalam insiden penembakan di Blora itu terdapat pelanggaran aturan yang dilakukan oleh pimpinan satuan dari pelaku, maka Mabes Polri bisa memberikan sanksi.

"Kalau ada pelanggaran tata cara peminjaman senjata api, penggunaan, termasuk pembinaan pengawasan oleh pimpinan satuan yang bersangkutan, maka kita juga miliki aturan tentang sanksi yang cukup keras di lingkungan Polri," kata Tito di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Tito menjelaskan, teknis penggunaan senjata oleh personel sebenarnya telah diatur secara ketat dalam Peraturan Kapolri. Dalam Perkap itu diatur bahwa penggunaan senjata api harus dipertanggungjawabkan. Tak hanya itu, proses peminjaman senjata harus melalui berbagai prosedur.

"Ada beberapa perkap yang sudah mengatur senjata api, penembakan harus ada pertanggungjawaban, laporan, tata cara peminjaman yang harus melalui tes psikologi, dan lain-lain," tegasnya.

Dirinya berharap agar masyarakat tidak mengeneralisir kasus tersebut terhadap seluruh anggota Polri. Pasalnya, banyak pula anggota Polri yang memegang senjata api dan tidak bermasalah.

"Kami berharap tidak menjadi titik generalisir anggota Polri dalam penggunaan senjata api," tutur Tito.

Peristiwa mengejutkan terjadi di Blora, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2017) malam. Rentetan tembakan yang diperkirakan mencapai 20 kali memecah keheningan lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul, Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah.

Rupanya tembakan itu dilepaskan seorang personel Brimob. Akibatnya, dua personel Brimob lainnya meregang nyawa terkena timah panas.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?