Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:25 WIB

  • News

  • Hukum

KPK: Total Gratifikasi yang Menjadi Milik Negara Mencapai Rp113,4 Miliar

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Istimewa
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyatakan, sampai September 2017 tercatat total gratifikasi yang ditetapkan sebagai milik negara mencapai Rp113,4 miliar. Termasuk dua ekor kuda Sandalwood pemberian warga Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono mengatakan, selain kuda pemberian warga NTT, beberapa barang gratifikasi yang menjadi milik negara adalah, jam tangan mewah, berlian, pulpen mewah, perhiasan, kuda, lukisan, barang elektronik, tiket perjalanan hingga voucher.

Jokowi mendapat hadiah kuda dari warga NTT setelah menghadiri acara Festival Sandalwood yang digelar pada pertengahan Juli 2017. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian melaporkan pemberian itu ke KPK pada 22 Agustus 2017.

Tak hanya Jokowi, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto juga ikut melaporkan pemberian dua kuda jenis yang sama ke KPK. Menurutnya, lembaga antikorupsi mengapresiasi sikap Jokowi dan Hadi.

"Pelaporan ini sekaligus menekankan bahwa yang wajib menolak dan melaporkan gratifikasi adalah pegawai negeri dan (anggota) TNI, Polri, BUMN, BUMD, termasuk di dalammya," kata Giri di KPK, Kamis (12/10/2017).

KPK menetapkan dua ekor kuda jenis Sandalwood pemberian warga Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Joko Widodo menjadi milik negara. Dengan begitu, kuda senilai Rp70 juta akan dipelihara negara.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?