Rabu, 13 Desember 2017 | 10:16 WIB

  • News

  • Hukum

Hasil Sidang Praperadilan Novanto Diputuskan Pekan Depan

Setya Novanto.
Dokumentasi NNC/Anhar Rizky Affandi
Setya Novanto.

JAKARTA, NNC - Putusan praperadilan yang diajukan Setya Novanto akan ditentukan pada Kamis (14/12/2017) pagi, atau dua hari lebih cepat dari tenggat. Hal tersebut dikatakan hakim tunggal Kusno, Kamis (07/12/2017).

"Karena dibatasi waktu, ini hari Kamis (7/12/2017), kemudian Kamis (14/12/2017) sore biasanya saya putus. Putusan praperadilan ini selambat-lambatnya tujuh hari. Kita biasanya enam hari, kalau saya itu saya putus," kata Kusno, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (07/12/2017).

Meski demikian, sidang putusan ini tetap lebih lambat sehari dari jadwal sidang perdana kasus e-KTP dengan tersangka Novanto, yang bisa membuat sidang praperadilan itu gugur.

"Namun sidang putusan Praperadilan bisa digelar pada keesokan harinya, Jumat (15/12/2017), demi menghindari tudingan ketidakadilan," ujarnya.

Untuk sidang praperadilan, pada Jumat (08/12/2017) esok, Kusno meminta KPK menyiapkan jawaban atas permohonan pemohon dan membawa bukti-bukti.

Baginya, tak perlu semua bukti perkara pokok, yakni kasus e-KTP di KPK, harus diajukan ke praperadilan. Agar efektif, kata dia, KPK hanya perlu membawa dua alat bukti yang cukup saat menetapkan Novanto menjadi tersangka.

Setelah mendengarkan jawaban KPK itu, sidang, esok, itu akan mengagendakan untuk mendengar keterangan saksi ahli dari pemohon. Maksimal, pemohon mengajukan dua orang saksi. Sidang akan diskors saat solat Jumat, dan kemudian dilanjutkan hingga selesai pada pukul 16:00 WIB.

Masa sidang praperadilan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pasal 82 huruf c KUHAP menyebutkan, praperadilan dilakukan dengan cara cepat dan selambat-lambatnya tujuh hari hakim harus sudah menjatuhkan putusan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?