Senin, 26 Februari 2018 | 00:30 WIB

  • News

  • Hukum

Bareskrim Usut Ancaman Pembunuhan terhadap Presiden Jokowi di Medsos

Presiden Joko Widodo.
KSP
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, NNC - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus mengusut ancaman pembunuhan melalui media sosial (medsos) yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol M. Iqbal mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Presiden itu simbol negara, kewibawaan negara. Kalau ada yang ancam, di mana pun baik di medsos akan tentunya pasti melakukan penyelidikan-penyelidikan," kata Iqbal di Mabes Polri, Jumat, (19/01/2018).

Sekedar diketahui Salah satu akun Twitter @AchmadBassrofi dalam cuitannya mengancam Presiden Jokowi. Akun tersebut menuliskan cuitan balasan milik akun @JajangRidwan19 pada Senin (15/01/2018) pukul 10.43 WIB.

Cuitan balasan yang dibuat oleh akun @AchmadBassrofi itu berbunyi, "Tembak mati Jokowi sampai darah keturunannya memakai mandat utama patriot kepahlawanan para pahlawan pejuang bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Indonesia) sah dan mutlak menjadi pahlawan tunggal negara Negara Kesatuan Republik Indonesia (Indonesia)."

Dijelaskan Iqbal, Polri tidak menolerir perbuatan yang mengancam simbol negara seperti presiden. Saat ini, kata dia, pemilik akun Twitter

@AchmadBassrofi tengah diburu oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Tim siber kita sudah bergerak, sampai menemukan pemilik akun, dan mempelajari profiling," terang Iqbal.

Iqbal menambahkan, proses hukum ini untuk mencegah pelaku-pelaku lainnya bertindak serupa.

"Dua yang kami cegah. Pertama, mencegah agar tidak ada lagi pelaku-pelaku yang seenaknya melakukan perbuatan pidana. Kedua kami cegah korban-korban yang terprovokasi atau akan terprovokasi," tuturnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?