• News

  • Hukum

KPK Belum Berniat Periksa Megawati, Meski Namanya Disebut di Sidang BLBI

Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri
Dream
Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri

JAKARTA, NNC - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berencana memanggil Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri dalam penyidikan kasus skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Menurut Saut, hingga kini pihaknya belum menemukan peran yang signifikan dari Megawati.

"Sementara ini, saya melihat belum relevan. Namun relevan atau tidak nanti kita lihat seperti apa," kata Saut, Selasa (15/5/2018).

Nama mantan Presiden Megawati Soekarnoputri sempat disebut dalam dakwaan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung terkait skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Dakwaan terhadap Syafruddin Arsyad Temenggung dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (14/5/2018) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Megawati disebut menerima laporan dari Syafruddin pada 11 Januari 2004 dalam Sidang Kabinet Terbatas (Ratas) yang juga dihadiri Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Dalam laporannya, Syafruddin malapor utang petambak PT Dipasena Citra Darmadja Rp 3,9 triliun, dan yang dapat dibayar aenilai Rp 1,1 triliun.

Sementara sisanya diusulkan untuk dihapusbuku (write off). Namun Syafruddin tak melaporkan adanya misrepresentasi, alias kondisi utang-utang yang sebenarnya macet.

"Bahwa atas laporan Terdakwa tersebut, kesimpulan ratas tidak memberikan keputusan dan tidak mengeluarkan penetapan terkait dengan hutang petambak," tulis KPK dalam dakwaannya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?