• News

  • Hukum

Diperiksa 11 Jam di Bareskrim, Habib Bahar Jadi Tersangka Penghinaan terhadap Jokowi

Habib Bahar bin Smith
gelora
Habib Bahar bin Smith

JAKARTA, NNC - Habib Bahar bin Ali bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian lantaran menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan perdananya sebagai saksi dalam kasus tersebut selama 11 jam di Bareskrim

Hal itu dikatakan Azis Yanuar, kuasa hukum Bahar di Kantor Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (6/12/2018) malam. "Beliau (Bahar) ditetapkan sebagai tersangka," kata Azis dilansir Antara.

Menurut dia, atas penetapan tersangka ini, tim kuasa hukum akan melalukan diskusi untuk melakukan upaya hukum lain termasuk pengajuan praperadilan. “Ya kita nanti akan diskusi lagi tim nya untuk menyikapi status tersangka ini,” kata Azis

Menurutnya, Habib Bahar dijerat dengan Pasal 16 juncto pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, Pasal 45 Juncto 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan pasal 207 KUHP.

Sementara belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait pemeriksaan Bahar.

Pemeriksaan Bahar hari ini merupakan proses lanjutan dari pelaporan Cyber Indonesia Muannas Alaidid ke polisi terkait ceramah Bahar yang mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Muannas Alaidid menyebutkan Bahar menyampaikan ucapan yang mengandung kebencian terhadap Presiden Joko Widodo yakni: "Kalo kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu".

Calon anggota legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai ucapan Bahar bukan kritik atau ceramah yang beradab, namun perkataan yang melecehkan seorang Kepala Negara.

"Tidak pantas juga orang yang disebut habib dan ulama berkata kasar penuh kebencian seperti itu," ucap Muannas.

Pernyataan lainnya menurut Muannas, dalam ceramah itu yang dianggap penuh kebencian dan mengadu domba antaretnis dipastikan tanpa didukung data akurat sehingga delik bahaya bila terus dibiarkan.

"Sudah melampaui batas apa yang dilakukan Bahar Bin Smith banyak kegelisahan banyak orang khusus di media sosial yang mendesak saya untuk melaporkan," tegas Muannas.

Selanjutnya, Muannas melaporkan Bahar ke Polda Metro Jaya berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/6519/XI:2018/PMJ/Ditreskrimsus Tertanggal 28 November 2018, namun dilimpahkan ke Mabes Polri.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?