• News

  • Hukum

Begini Peran Kakak Ipar Bupati Cianjur di Pusaran Transaksi Pemerasan Kepsek

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Istimewa
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

JAKARTA, NNC -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan mengatakan bahwa kakak ipar Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Tubagus Cepy Sethiady, berperan sebagai perantara transaksi dalam dugaan pemerasan kepala sekolah. Cepy juga disebut-sebut menjadi orang kepercayaan Irvan.

"Kasus ini yang bersangkutan (Cepy) sebagai perantara dalam pemberian transaksi yang dilakukan OTT," ujar Basaria, di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Menurut Basaria, Tubagus Cepy yang menjadi orang kepercayaan bupati telah terjadi pada periode sebelumnya dan tidak hanya saat ini saja.

"Kenapa dia bisa jadi perantara? Para kepala sekolah percaya TCS (Tubagus Cepy Sethiady) merupakan orang kepercayaan Bupati. Bukan hanya saat ini, ini sudah terjadi pada periode sebelumnya," imbuh dia.

Bahkan, lanjut Basaria, Tubagus Cepy disebut-sebut telah jadi orang kepercayaan ayah Irvan, Tjetjep Muchtar Soleh, yang merupakan bupati periode sebelumnya.

"Menurut info sementara, orang tua Bupati Irvan sebelumnya juga Bupati Cianjur. Jadi kakak ipar ini memang dulu sering memang membantu bupati sebelumnya, yaitu ayahnya," tandasnya.

KPK menetapkan Irvan sebagai tersangka dugaan pemerasan kepada 140 kepala SMP di Cianjur. Pemerasan itu diduga dilakukan terkait penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur pada 2018.

KPK menduga Irvan telah meminta 14,5 persen dari Rp 46,8 miliar DAK tersebut. Sementara itu, bagian khusus untuk Irvan adalah 7 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar.

KPK juga menetapkan Tubagus Cepy, Cecep Sobandi (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur), dan Rosidin (Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur) sebagai tersangka. Namun, Tubagus Cepy belum menyerahkan diri ke KPK.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?