• News

  • Hukum

Terkait Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara, Kejagung Terima SPDP dari Bareskrim

Surat suara yang diisukan  tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.
NNC/Dominikus Lewuk
Surat suara yang diisukan tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

JAKARTA, NNC - Terkait perkara hoaks tujuh kontainer surat suara yang tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri mengatakan Bareskrim telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"SPDP Nomor: B/01/1/2019/Dittipidsiber, telah diterima dari Bareskrim Polri," kata Mukri, di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Mukri juga menuturkan, setelah menerima SPDP kemudian kejaksaan menerbitkan surat perintah penunjukkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengikuti dan meneliti perkembangan penyidikan perkara tersebut.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya sampai sekarang masih menunggu berkas perkara tersebut dari penyidik Bareskrim Polri.

Dalam kasus perkara hoaks tujuh kontainer surat suara yang tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priuk, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka perkara tersebut, yakni, BBP pembuat rekaman suara mengenai tercoblosnya surat suara dalam tujuh kontainer.

Selain menetapkan BBP sebagai tersangka, Bareskrim juga menetapkan tiga tersangka lainnya, adalah HY yang ditangkap di Bogor, LS di Balikpapan dan J di Brebes.

Para tersangka  tidak dilakukan penahanan karena hanya turut menyebarkan hoaks tersebut. Modus operandi yang digunakan tersangka adalah melakukan perekaman terhadap suara yang isinya meyakinkan masyarakat seolah ada tujuh kontainer surat suara dicoblos dan mengunggahnya di media sosial.

Setelah memviralkan hoaks tersebut, tersangka menutup akun, membuang gawai dan kartu SIM hingga gawai dan kartu itu ditemukan pihak kepolisian pada 7 Januari 2018 di Sragen.

Tindakan tersangka memenuhi unsur kesengajaan dengan mempersiapkan konten, berupaya menghapus konten yang disebarkan dan meninggalkan rumah sampai ditemukan di Sragen, Jawa Tengah.

Reporter : Sesmawati
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?