• News

  • Hukum

Ini Jejeran Tokoh yang Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Ahmad Dhani

Ahmad Dhani saat jalani persidangan
Klik Babel
Ahmad Dhani saat jalani persidangan

JAKARTA, NNC - Setelah lebih sepekan permohonan keluarga untuk penangguhan penahanan musisi Ahmad Dhani Prasetyo belum juga dikabulkan Pengadilan Tinggi Jakarta, kini giliran sejumlah tokoh menyatakan kesiapannya untuk menjadi penjamin atas penangguhan penahanan Ahmad Dhani

Salah seorang tokoh nasional yang menyatakan kesiapannya untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan Ahmad Dhani tersebut adalah putri Presiden ke-2 Soeharto, Siti Hediati Hariyadii (Titiek Soeharto). Pernyataan Titiek itu disampaikannya langsung usai acara deklarasi 'Gerakan Rabu Biru' di Hambalang, Bogor, Rabu (20/2/2019).

Atas kesiapan Titiek tersebut, Lieus Sungkharisma selaku juru bicara keluarga Dhani, menyampaikan ucapan terima kasih dan mengaku sangat menghargai sikap Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya itu.

“Keluarga mas Dhani sangat menghormati dan berterima kasih atas pernyataan bu Titiek itu. Semoga dengan banyaknya pihak yang menjamin, serta demi keadilan dan kesamaan perlakuan di depan hukum, permohonan penangguhan penahanan yang diajukan keluarga bisa segera dikabulkan Pengadilan Tinggi Jakarta,” kata Lieus dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).

Menurut Lieus, pernyataan kesiapan Titiek untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan Ahmad Dhani tersebut semata-mata karena keprihatinannya terhadap pemenjaraan yang dialami musisi tersebut.

Selain Titiek, Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi itu menyebut, sejumlah tokoh juga bersedia menjadi penjamin, termasuk Capres 02, Prabowo Subianto. 

“Selain Bu Titiek, ada sejumlah tokoh lain yang juga siap untuk menjadi penjamin mas Dhani. Di antaranya Fadli Zon, Adhyaksa Dault, Ustadz Heikal, Fahri Hamzah dan lain-lain. Bahkan termasuk Pak Prabowo Subianto,” ucap Lieus.

Terkait permohonan penangguhan penahanan itu sendiri, Lieus mengungkapkan, sampai kini belum ada jawaban dari Pengadilan Tinggi Jakarta sejak keluarga Dhani yang diwakili ibu, isteri, anak dan adik pada Senin (11/2/2019) mengajukannya. Padahal mereka sudah menyampaikan sejumlah alasan terkait permohonan penangguhan penahanan tersebut. 

"Diantaranya adalah mas Dhani masih memiliki anak bayi yang butuh perhatian. Lalu putusan Pengadilan Jakarta Selatan belum inkrah (berkekuatan hukum tetap), serta selama ini mas Dhani bersikap kooperatif baik dalam pemeriksaan maupun persidangan,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa tidak sepatutnya Dhani ditahan karena kasusnya belum berkekuatan hukum tetap (inkrah). Lanjutnya, Dhani juga adalah musisi besar yang menjadi inspirasi banyak orang serta berkontribusi sangat besar terhadap kemajuan musik Indonesia.

“Kasus yang menimpa mas Dhani adalah kriminalisasi pemikiran sehingga membuatnya kehilangan kemerdekaan berpikir, berekspresi dan berkarya,” tambah Lieus. 

Lebih jauh, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini menilai, kasus yang menimpa Dhani bisa saja menimpa setiap orang karena penerapan hukum yang tendensius dan sembrono.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?