• News

  • Hukum

Farhat: Bahar bin Smith Dihukum Penjara Dunia dan Akhirat, Dapat Siksa Kubur

Habib Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja.
Kabar24
Habib Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja.

JAKARTA, NNC - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Farhat Abbas berpendapat, terdakwa kasus penganiyaan, Bahar Bin Smith atau Habib Bahar, bukan hanya menerima hukuman di dunia, tapi juga di akhirat.

Menurut Farhat, hukuman dunia akhirat ini bakal diterima Habib Bahar akibat perbuatannya sendiri, seperti menganiaya dan menzalimi orang lain, termasuk menzalimi Presiden Joko Widodo (Joko Widodo).

Hal itu disampaikan Farhat menanggapi ancaman Habib Bahar ke Jokowi, karena merasa ada ketidakadilan dalam proses hukum kasus penganiayaan yang menjeratnya.

"Bahar tak hanya dihukum di penjara tapi juga akan dapat siksa neraka, siksa kubur. Karena dia bukan hanya menganiaya, tapi menghujat, dan menzalimi manusia. Jadi penjara dunia dan penjara akhirat. Jokowi gak perlu membalas Habib Bahar, pasti di neraka itu," kata Farhat kepada netralnews.com, Kamis (14/3/2019).

Pasalnya, lanjut pengacara kontroversial ini, tidak ada campur tangan Jokowi dalam proses hukum kasus Habib Bahar.

"Buat apa (ancam), itu kan bukan urusan Jokowi, itu urusan polisi, hukum. Habib Bahar dihukum bukan gara-gara Jokowi, itu berdasarkan hukum dan undang-undang, gak ada kaitannya sama Jokowi," tegas Farhat.

Lebih jauh, Calon Anggota DPR Dapil Jawa Barat VI ini mengingatkan Habib Bahar agar tak perlu mencari perhatian dengan mengancam Jokowi.

"Itu cuma cari perhatian, rakyat itu gak bodoh, orang langgar hukum, di penjara, kok yang disalahkan Jokowi. Itu kan kasus penganiayaan, menghujat," ungkap Farhat.

"Kalau sudah dalam penjara gak usah banyak ngomong, gak usah ngancam-ngancam. Kan sekarang dia kriminal," tandasnya.

Seperti diberitakan, Habib Bahar mengancam Jokowi karena merasa ketidakadilan hukum di kasus dugaan penganiayaan yang menjeratnya. Ancaman itu dilontarkan usai dirinya menjalani sidang lanjutan di Gedung Arsip dan Perpustakaan Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/3/2019).

"Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan," ujar Bahar.

"Sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," tegasnya.

Habib Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar.

Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?