• News

  • Hukum

Kasus Rommy Menyeret Menag, JK: Ada Kecurigaan. Dua-duanya Kena

Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf Jusuf Kalla
dok.Istimewa
Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf Jusuf Kalla

JAKARTA, NETRALNEWS -- Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla, mengatakan keterlibatan dua menteri agama, yang berasal dari satu partai politik, patut dicurigai.

"Dari 10 menteri agama (yang pernah ada di Indonesia), hanya dua yang dari partai. Ya kalau dihubung-hubungkan, dan dua-duanya kena (kasus korupsi), tentu juga ada kecurigaan juga memang, bahwa di sini ada pengaruhnya. Tapi biar kita menunggu saja proses hukum," katanya.

Di kepemimpinan kementerian tersebut, kata JK, terdapat dua menteri yang bergabung dengan partai politik yaitu Surya Dharma Ali yang saat itu jadi Ketua Umum PPP. Dan Menteri Agama Lukman Hakim juga tergabung dengan PPP diketuai oleh Romahurmuziy yang terjerat kasus jual beli jabatan.

Kendati demikian, JK menilai bahwa uang suap jual beli jabatan untuk operasional kampanye nominalnya terlalu sedikit. Menurutnya jumlah untuk kampanye jauh lebih mahal dibandingkan dengan uang suap Rp 200 juta.

"Saya kira dibutuhkan jauh lebih banyak dari itu, pasti lah, apa lagi musim-musim begini orang nyumbang," kata JK.

Sebelumnya, diketahui Romahurmuziy atau Rommy terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (15/3) di Sidoarjo, Jawa Timur, bersama dengan dua pejabat kepala kantor wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin dan Muhammad Muafaq Wirahadi sebagai Kakanwil Kemenag Gresik.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang tunai senilai Rp156,7 juta; dan berdasarkan hasil pemeriksaan saat itu, Rommy diduga telah menerima uang sejumlah Rp300 juta dari dua kakanwil wilayah Jatim tersebut.

Rommy disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?