• News

  • Hukum

Polri: Suami dan Anak Terduga Teroris Asal Klaten Tak Radikal

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
dok.Istimewa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keluarga terduga teroris berinisial Y alias Khodijah asal Klaten, Jawa Tengah tidak mengikuti jejaknya menjadi radikal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan suami sah dan anak Khodijah tak terpapar paham fundamentalis teroristik.

"Tidak ada (yang radikal), makanya karena suami dan anaknya itu tidak mengikuti apa yang dikehendaki, dia meninggalkan suaminya mau nikah sama AH," kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Khodijah ditangkap Tim Densus Antiteror Polri pada Kamis (14/3/2019) pekan lalu, dinyatakan tewas pada Senin (18/3/2019).

Diduga yang bersangkutan bunuh diri dengan meminum bahan kimia keras saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, sedianya akan dinikahi terduga teroris Sibolga Husain alias Abu Hamzah, meskipun masih bersuami sah.

Dedi menyebutkan Khodijah sudah menggadaikan rumah dan tanahnya serta mendapat Rp5 juta untuk bertemu terduga teroris yang ditangkap di Lampung berinisial R alias Putra Syuhada.

"Saat bertemu Putra Syuhada di Lampung, uang sebesar Rp3 juta dikirimkan ke Sibolga untuk membeli alat-alat untuk tindakan amaliah," ujarnya.

Selain itu, ia berencana hasil penjualan rumah dan tanah akan digunakan untuk membeli sebuah mobil untuk dirakit menjadi bom mobil.

Namun setelah mengetahui jaringan Sibolga ditangkap oleh Tim Densus Antiteror Polri, Khadijah kembali ke Klaten.

Reporter : Sesmawati
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?