Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:32 WIB

  • News

  • Hukum

Soal Eksekusi Mati, Jaksa Agung Dituding Bermanuver Politik

Jaksa Agung, M Prasetyo. (ist)
Jaksa Agung, M Prasetyo. (ist)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat mengecam tindakan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dipastikan bakal menggelar eksekusi mati jilid IV terhadap sejumlah narapidana.

LBH Masyarakat pun juga menyebut pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo yang telah mengantungi sejumlah nama narapidana yang akan dieksekusi, sebagai manuver politik.

"Pernyataan Jaksa Agung tersebut tidak ubahnya sebuah manuver politik untuk mencari popularitas di tengah miskinnya prestasi Kejaksaan Agung," kata Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (20/5/2017).

Pada Jumat, 19 Mei kemarin, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku telah mengantongi sejumlah nama terpidana mati untuk masuk ke dalam eksekusi jilid IV.

LBH Masyarakat juga menyampaikan ada banyak hal penting yang perlu diprioritaskan Kejaksaan Agung daripada meneruskan eksekusi mati yang tidak terbukti menurunkan angka kejahatan narkotika.

"Pertama mengevaluasi eksekusi jilid III kemarin yang carut-marut penuh dengan permasalahan," ujar Ricky.

Sementara yang kedua, Jaksa Agung diminta segera menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum dituntaskan sejak puluhan tahun.

" Jaksa Agung sebaiknya menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu yang menjadi hutang kampanye Jokowi sebagaimana tercantum di dalam Nawacita," tuturnya.

LBH Masyarakat menilai jika Indonesia kembali melakukan eksekusi mati, maka Indonesia akan kembali mendapatkan catatan buruk di mata dunia. "Tindakan Jaksa Agung yang hendak meneruskan eksekusi mati hanya akan melanggengkan citra buruk Indonesia di hadapan komunitas internasional," jelas Ricky.

Lebih lanjut, LBH Masyarakat meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan rencana eksekusi jilid IV dan menindak tegas Jaksa Agung Muhammad Prasetyo yang dianggap telah melakukan kesalahan hukum.

"Secara khusus, Presiden Jokowi perlu segera mencopot Prasetyo dari jabatan Jaksa Agung karena kinerjanya yang buruk dan telah melakukan sejumlah kesalahan hukum," kata Ricky.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?