Kamis, 23 November 2017 | 08:34 WIB

  • News

  • Internasional

Al-Qaedah Ancam Myanmar atas Perlakuan Mereka terhadap Etnis Rohingya

Ilustrasi Tentara Al Qaeda
NDTV
Ilustrasi Tentara Al Qaeda

YANGON, NETRALNEWS.COM - Pegaris keras Al-Qidah memperingatkan Myanmar akan hukuman atas kekerasan yang telah mereka lakukan terhadap muslim Rohingya dan membuat sekitar 400.000 orang lari ke Bangladesh.

Gelombang pengungsi Muslim dari Myanmar, yang berpenduduk sebagian besar beragama Buddha, dipicu oleh tanggapan sengit pasukan keamanan terhadap serangkaian serangan petempur Rohingya terhadap pos polisi dan tentara di bagian barat negara itu pada 25 Agustus 2017 lalu.

Kelompok di balik serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat itu mengeluarkan pernyataan mendesak umat Islam di seluruh dunia mendukung sesama Muslim di Myanmar dengan bantuan, senjata dan "ketentaraan".

"Perlakuan buas terhadap saudara Muslim kita tidak boleh lewat tanpa hukuman," kata pernyataan al Qaida seperti dikutip kelompok pemantau SITE.

"Pemerintah Myanmar harus merasakan yang saudara Muslim kita rasakan," katanya.

Myanmar menyatakan pasukan keamanannya melakukan tindakan sah terhadap "teroris", yang dituduhnya melakukan serangan terhadap polisi dan tentara, dan warga.

Pemerintah memperingatkan akan serangan bom di perkotaan dan seruan al Qaida akan senjata kemungkinan menambah kekhawatiran tersebut.

"Kami menyeru semua saudara pejuang di Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina berangkat ke Birma (Myanmar, red) membantu saudara Muslim dan membuat persiapan diperlukan -pelatihan dan sejenisnya- untuk melawan penindasan itu," kata kelompok tersebut.

Editor : Sesmawati
Sumber : Antara/Reuters

Apa Reaksi Anda?