• News

  • Internasional

Pemerintahan Chile Jamin Keselamatan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus
Tren Sulut
Paus Fransiskus

SANTIAGO, NNC - Menteri Dalam Negeri Chile Mario Fernandez, Sabtu (13/1/2018) mengatakan Paus Fransiskus aman saat melakukan perjalanan ke Chile pekan ini, terlepas dari serangkaian serangan di gereja-gereja Katolik di Ibu Kota Chile.

Beberapa hari sebelum kedatangannya Paus ke negara Amerika Selatan tersebut, seorang yang tak diketahui membakar setidaknya dua gereja, melemparkan bom rakitan ke salah satunya dan meninggalkan pamflet dengan pesan mengancam Paus.

Tidak ada yang terluka dalam serangan itu, dan tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Fernandez mengatakan kepada stasiun radio lokal BioBio bahwa kelompok kecil dengan kemampuan terbatas patut disalahkan, namun dia tidak menyebutkan nama mereka.

"Ini adalah tindakan yang serius dan tidak dapat dimaafkan, tapi kita harus meletakkan semuanya dalam perspektif," katanya.

"Kami tidak membicarakan kelompok signifikan yang benar-benar berbahaya." Fransiskus, yang berasal dari Argentina dan merupakan paus pertama yang berasal dari Amerika Latin, akan tiba di Chile pada Senin (15/1/2018).

Dia dijadwalkan menggelar sebuah misa pada Selasa (16/1/2018) di sebuah taman di Santiago diperkirakan akan didatangi lebih dari 500.000 orang.

Berbagai kelompok merencanakan demonstrasi mengenai isu-isu mulai dari hak pribumi sampai skandal pelecehan seksual.

Paus juga akan mengunjungi kota Temuco dan Iquique sebelum menuju ke Peru.

Di Lima, Sabtu (13/1/2018) terjadi kebakaran di kaki patung Yesus Kristus setinggi 35 meter (114,83 kaki) menyebabkan patung itu menghitam.

Polisi mengatakan bahwa kebakaran itu adalah hasil dari gangguan listrik, bukan serangan.

Dimulai di Chile pada 15 Januari 2018, Paus asal Argentina itu akan berkunjung ke kota Santiago, Temuco dan Iquique, sebelum menuju ke Peru, dan terakhir di Lima, Puerto Maldonado dan Trujillo.

Sejak pemilihannya untuk memimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia pada tahun 2013, Fransiskus, paus Amerika Latin pertama, telah mengunjungi Brazil, Bolivia, Ekuador, Paraguay, Kuba dan Meksiko, namun belum melakukan perjalanan pastoral ke Argentina.

Sebelumnya, Paus Fransiskus sangat membela imigran dalam misa Malam Natal, membandingkannya dengan Maria dan Yusuf yang tidak menemukan tempat tinggal di Bethlehem dan mengatakan keimanan mengharuskan orang-orang asing disambut baik.

Paus Fransiskus merayakan Natal kelima sebagai pemimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia, memimpin sebuah misa kudus untuk sekitar 10.000 orang di Basalika Santo Petrus, sementara banyak dari pengikutnya mengikuti kebaktian di luar lapangan.

Keamanan tampak ditingkatkan, para peserta misa diperiksa saat mereka mendatangi Lapangan Santo Petrus, bahkan sebelum melewati detektor logam untuk memasuki Basilika. Lapangan tersebut telah diamankan beberapa jam sebelumnya, sehingga prosedur keamanan bisa dilakukan.

Pembacaan Injil di Misa di gereja terbesar umat Kristiani tersebut menceritakan kisah injil tentang bagaimana Maria dan Yusuf harus melakukan perjalanan dari Nazaret ke Bethlehem untuk terdaftar dalam sebuah sensus yang diperintahkan Kaisar Romawi Kaisar Augustus.

Editor : Sesmawati

Apa Reaksi Anda?