• News

  • Internasional

Turki Mulai Serang Pejuang Kurdi, Erdogan: Kami Akan Kubur Mereka!

Ilustrasi pesawat tempur Turki
dok.press tv
Ilustrasi pesawat tempur Turki

BAGHDAD, NNC -- Pesawat-pesawat tempur Turki telah menyerang daerah yang dikuasai Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, mengabaikan protes dari Baghdad yang mengatakan serangan udara dari Turki telah melanggar kedaulatan Irak dan membahayakan warga sipil.

Serangan udara pada hari Sabtu (15/12/2018), terjadi sehari setelah Baghdad memanggil duta besar Turki atas serangan udara yang menewaskan delapan orang di Irak utara.

Turki mengatakan operasi itu "akan berlanjut selama organisasi teror bersarang di tanah Irak dan selama kebutuhan keamanan Turki mengharuskannya."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan serangan udara terhadap target PKK di wilayah Irak Sinjar telah "mengubah tempat-tempat itu ke kuburan mereka."

"Kami akan mengubur mereka di lubang yang mereka gali," tambahnya.

Sebelumnya, pada tahun 2014, Turki mengirimkan pasukan ke kota Bashiqa di Irak utara di bawah bendera pertempuran kelompok teror Daesh tanpa persetujuan Baghdad.

Erdogan pernah mengatakan kepada Perdana Menteri Haider al-Abadi, "Anda tidak pada level saya" setelah yang terakhir memprotes pengerahan yang membawa kedua belah pihak dekat ke jurang perang pada satu titik.

Turki secara teratur menyerang PKK di perbatasan selatan, mengatakan para militan menggunakan wilayah utara Irak yang bergunung-gunung sebagai basis serangan mematikan di Turki. PKK telah melancarkan pemberontakan sejak tahun 1980-an, yang telah menewaskan sekitar 40.000 orang.

Pekan ini, Erdogan mengumumkan operasi segera di negara tetangga Suriah, melawan militan Kurdi yang didukung AS yang dilihat Ankara sebagai perpanjangan dari PKK.

Pihak Turki mengatakan,"bertekad untuk membawa perdamaian dan keamanan ke daerah sebelah timur sungai Eufrat" di Suriah utara.

Pada hari Sabtu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa meminta Turki untuk membatalkan aksi militer sepihak di Suriah.

"Pernyataan kemungkinan operasi militer Turki di Suriah timur laut merupakan sumber keprihatinan," kata Federica Mogherini dalam sebuah pernyataan.

Turki memang menegaskan akan meluncurkan operasi militer terbaru di Suriah dalam beberapa hari ke depan melawan milisi Kurdi yang didukung AS - yang anggap sebagai kelompok teroris, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Rabu (12/12/2018).

"Kami akan memulai operasi untuk membebaskan timur Efrat dari organisasi teroris separatis dalam beberapa hari ke depan," kata Erdogan dalam pidato di Ankara, mengacu pada wilayah yang dipegang oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Turki mengatakan YPG adalah "cabang teroris" dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang terlarang, yang telah melancarkan pemberontakan melawan negara Turki sejak 1984. PKK masuk daftar hitam sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya.

Sebelumnya, Pentagon juga memperingatkan bahwa setiap aksi militer sepihak di Suriah utara "tidak dapat diterima."

Pemerintah Suriah telah mengutuk intervensi militer baik oleh AS dan sekutu Eropanya dan Turki, yang telah mengerahkan pasukan ke negara Arab tanpa izin dari Damaskus, demikian seperti diberitakan Press TV.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?