• News

  • Internasional

Pelaku Penembakan Christchurch Terinsiprasi Wanita Ini, Siapakah Dia?

Brenton Tarrant, pelaku aksi teror di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru
dok.mamamia
Brenton Tarrant, pelaku aksi teror di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru

CHRISTCHURCH, NETRALNEWS -- Dikabarkan 49 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka parah setelah Brenton Tarrant, pelaku penembakan dua masjid di Christchurch melakukan aksi terornya.

"Setidaknya 49 orang telah tewas dan lebih dari selusin lainnya terluka parah setelah serangan teror di dua masjid di Christchurch," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, yang menyebutnya sebagai sebuah 'serangan teroris'.

Pihak kepolisian sendiri mengatakan mereka telah menahan tiga pria dan wanita setelah insiden itu, tanpa menyebutkan mereka ditahan tetapi mengatakan tidak ada yang terdaftar.

Kendati demikian, penembak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi teror mematikan tersebut, Tarrant, mengaku mendapatkan inspirasi dari Candace Owens.

“Orang yang paling memengaruhi saya adalah Candace Owens. Setiap kali dia berbicara, saya terpana dengan wawasannya dan pandangannya sendiri membantu saya mendorong lebih jauh dan lebih jauh ke keyakinan kekerasan atas kelemahlembutan,"tulis Brenton Tarrant dalam" manifesto "yang dia terbitkan di Facebook sebelum melakukan pembantaian.

Tarrant yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan itu meninggalkan manifesto anti-imigran setebal 74 halaman di mana dia menjelaskan siapa dia dan alasannya atas serangan itu. Dan dia menunjuk Candace Owens sebagai salah satu inspirasi utamanya.

Tapi siapakah Candace Owens dan bagaimana dia "menginspirasi serangan teror?

Dilansir dari laman trtworld, Candace Owens adalah komentator sayap kanan Amerika serikat berusia 29 tahun yang populer dengan lebih dari 1,1 juta pengikutnya di Twitter.

Dia telah berulang kali menuai kritik atas pernyataan kontroversialnya tentang politik.

Owens, seorang aktivis politik Afrika-Amerika, adalah pendiri gerakan Blexit yang menyerukan agar semua orang kulit hitam berhenti mendukung Partai Demokrat di Amerika Serikat.

Dia adalah salah satu dari beberapa tokoh kulit hitam terkemuka yang secara terbuka mendukung Presiden Donald Trump yang telah beberapa kali digambarkan sebagai "presiden paling rasis dalam sejarah Amerika modern," termasuk oleh anggota partainya.

Dia telah menggunakan Twitter untuk mengutip mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pernah mengatakan Eropa akan berubah menjadi benua Muslim dalam beberapa dekade.

Jumlah Muslim yang tinggal di Eropa juga merupakan titik kunci dalam manifesto 74 halaman penembak Selandia Baru, Brenton Tarrant.

“Kamu [Muslim] dapat hidup dengan damai di negerimu sendiri, dan semoga tidak ada bahaya datang kepadamu di sisi timur Bosphorus. Tetapi jika Anda [Muslim] hidup dalam upaya untuk hidup di tanah Eropa, di mana saja di sebelah barat Bosphorus, kami akan membunuh Anda dan mengusir Anda dari tanah kami,” tulis Tarrant.

Menyusul laporan bahwa Candace Owens telah menginspirasi Tarrant atas tindakannya tersebut, dia tertawa dan mengancam tindakan hukum terhadap media.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?