Rabu, 24 Mei 2017 | 07:36 WIB

  • News

  • Internasional

Seorang Teman Presiden Korsel Sangkal Tuduhan dalam Pengadilan

Senin, 19 Desember 2016 | 17:53 WIB
Teman presiden yang dibahas itu bernama, Chou Soon Sil, 60 tahun (cbc.ca)
Teman presiden yang dibahas itu bernama, Chou Soon Sil, 60 tahun (cbc.ca)

SEOUL, KORSEL, NETRALNEWS.COM - Seorang teman dari Presiden Korea Selatan Park Geun Hye di tengah skandal korupsi yang mengarah kepada pemakzulan dirinya dalam parlemen, menyangkal segala tuduhan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan pada Senin(19/12/2016), hari pertama pengadilan dirinya, media melaporkan.

Teman presiden yang dibahas itu bernama, Chou Soon Sil, 60, dituduh memberikan tekanan kepada para bisnis besar untuk memberikan dana kepada sejumlah yayasan yang mendukung inisiatif kebijakan Park.

Para jaksa menyebut Park sebagai seorang rekan, meskipun dia memiliki kekebalan dari pengadilan ketika dirinya menjabat.

Wewenang Park diberhentikan sementara sejak 9 Desember lalu oleh parlemen untuk mendakwanya. Pengadilan Konstitusional memiliki waktu hingga 180 hari untuk menegakkan atau menjatuhkan keputusannya.

Choi menyangkal seluruh tuduhan para jaksa yang dilayangkan kepada dirinya dan mengatakan bahwa dirinya tidak berkolusi dengan Park, kantor berita Yonhap melaporkan.

Chou juga mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan seorang juri pengadilan, Yonhap mengatakan.

Pengadilan di Korea Selatan biasanya mengadakan proses pengadilan yang dipimpin oleh sekelompok hakim, yang menjatuhkan keputusan dan hukuman, sementara tersangka dalam beberapa kasus diberikan pilihan seorang juri pengadilan.

Choi, yang tidak menampakkan diri ke muka umum sejak tiba di kantor jaksa 31 Oktober lalu, dibawa ke ruang pengadilan oleh dua orang petugas lapas, menundukkan kepalanya dan mengenakan seragam tahanan.

Dia didampingi oleh sekelompok pengacara termasuk pengacara utamanya Lee Kyung Jae, yang mengatakan kepada wartawan Reuters minggu lalu bahwa tuduhan terhadap dirinya adalah "fiksi".

Park, 64, yang ayahnya memimpin negara itu selama 18 tahun setelah merebut kekuasaan dalam kudeta 1961 lalu, telah menjelaskan Choi sebagai seorang teman yang dia hubungi pada saat-saat sulit dan meminta maaf atas ikatannya dengan Choi yang gegabah.

Park menyangkal segala tuduhan pelanggaran hukum.

Para jaksa menggambarkan Choi sebagai orak di sejumlah kegiatan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari sejumlah perusahaan yang dikendalikan oleh Choi.

 

Editor : Farida Denura
Sumber : Antara/Reuters

Apa Reaksi Anda?