Pasukan Kurdi yang semuanya perempuan paling ditakuti tentara IS

Pasukan Irak Pukul Mundur Pejuang ISIS di Dekat Mosul

Selasa, 10 Jan 2017 | 23:43 WIB | Internasional

BAGDAD, NETRALNEWS.COM - Pasukan Irak memukul mundur para pejuang ISIS di dekat Mosul pada Selasa dalam usaha yang diperbarui untuk menguasai bagian utara kota tersebut walau kemajuan lebih lambat di beberapa distrik, menurut tentara.

Pasukan Irak dan para sekutunya telah merebut desa-desa dan kota-kota kecil yang mengelilingi Mosul dan menguasai sedikitnya dua pertiga dari distrik-distrik di bagaian timur.

Semula pemerintah berharap dapat merebut kembali Mosul pada akhir tahun 2016. Dalam kampanye dukungan Amerika Serikat yang hampir berlangsung tiga bulan, para militan itu masih mengendalikan semua wilayah ke arah barat sungai Tigris yang memotong kota itu dari utara ke selatan.

Warga-warga sipil yang luka-luka berobat ke rumah-rumah sakit di dekatnya dan pasukan Irak menyalahkan ISIS karena menembaki warga yang berlarian dan menggempur kawasan-kawasan yang berpenduduk padat setelah gagal mengendalikan mereka.

Juru bicara humaniter PBB Jens Laerke mengatakan hampir 700 orang dibawa ke rumah-rumah sakit di kawasan-kawasan yang dikuasai Kurdi di luar kota Mosul selama pekan lalu dan lebih 800 orang perlu mendapat perawatan di rumah sakit sepekan sebelumnya.

"Angka warga yang trauma sangat tinggi terutama warga-warga yang tinggal di dekat garis depan," kata dia di Jenewa.

Penguasaan kembali Mosul setelah lebih dua tahun di bawah kekuasaan ISIS barangkali akan menjadi akhir kekhalifahan yang kelompok itu deklarasikan sendiri di sisi Irak. Kekuasaan mereka terbentang di wilayah Irak dan Suriah.

Tetapi gerak maju pasukan Irak dan para sekutunya di Mosul lambat pada November dan Desember karena tentara terlibat perang kota dengan para militan, yang jumlahnya ribuan di dalam kota.

Para pejuang bertempur dengan bom-bom mobil bunuh diri dan penembak jitu yang bersembunyi di antara warga sipil. Mereka juga meledakkan jembatan-jembatan yang melintasi Tigris sebagai usaha memperlambat gerak tentara Irak, kata para perwira militer.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan pada Desember pihaknya akan merebut kembali Mosul dalam tiga bulan lagi. Mosul adalah kota terbesar di bawah kekuasaan ISIS di Irak atau Suriah.

 


Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara/Reuters