Selasa, 22 Agustus 2017 | 20:02 WIB

  • News

  • Internasional

Pemerintah Jepang Setujui RUU Abdikasi, Akihito Akan Turun Tahta

Putra Mahkota Jepang Naruhito (kiri) bersama Kaisar Jepang Akihito. (japantimes)
Putra Mahkota Jepang Naruhito (kiri) bersama Kaisar Jepang Akihito. (japantimes)

TOKYO, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Jepang menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Abdikasi yang jika disahkan, akan memungkinkan Kaisar Akihito untuk turun tahta.

Kaisar berusia 83 tahun tersebut tahun lalu mengatakan bahwa usia dan kesehatannya membuatnya sulit memenuhi tugas resminya.

Namun tidak ada ketentuan di bawah hukum yang ada agar dia turun tahta dan digantikan oleh Putra Mahkota Naruhito.

RUU Abdikasi tersebut saat ini akan diserahkan ke parlemen, yang mana secara luas diperkirakan akan disetujui.

Akihito, yang telah menjalani operasi jantung dan dirawat karena kanker prostat, telah menduduki takhta Jepang sejak kematian ayahnya, Hirohito, pada 1989.

Kaisar secara konstitusional dilarang berkomentar mengenai politik, jadi dia tidak dapat mengatakan secara eksplisit bahwa dia ingin mundur.

Seperti dilansir BBC, Jumat (19/5/2017), dalam sebuah pidato langka untuk negara tersebut pada bulan Agustus, Akihito mengatakan bahwa dia mulai merasakan "berbagai kendala seperti dalam kebugaran fisik saya" yang menyebabkan dia "merenungkan peran dan tugas saya sebagai Kaisar di masa yang akan datang".

Pemerintah telah mengatakan bahwa mereka akan menanggapi keinginannya dengan serius dan mempertimbangkan kembali undang-undang abdikasi tersebut.

Putra tertua Akihito, Putra Mahkota Naruhito yang berusia 56 tahun, berada di antrian pertama untuk Tahta Krisan, diikuti oleh adik laki-lakinya, Pangeran Akishino.

Wanita tidak diizinkan untuk mewarisi takhta, begitu juga Putri Aiko, putri dari Putra Mahkota Naruhito, tidak bisa menggantikan ayahnya. 

Reporter : Hermina W
Editor : Nazaruli
Sumber : BBC

Apa Reaksi Anda?