Kamis, 24 Agustus 2017 | 04:32 WIB

  • News

  • Internasional

Setelah Diburu Selama 25 Tahun, Iran Bunuh Pemimpin Militan Sunni

Pasukan Revolusi Iran (DradioQu.com)
Pasukan Revolusi Iran (DradioQu.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah diburu selama 25 tahun, pemimpin kelompok militan Muslim Sunni akhirnya dibunuh oleh Garda Revolusi di tenggara Iran dalam operasi dalam beberapa hari terakhir, Kantor Berita Islamic Republic (IRNA) melaporkan pada hari Senin (19/6/2017).

Tiga anggota kelompok Ansar al-Furqan, yang telah menyerang pasukan keamanan dan warga sipil, menurut pejabat Iran, juga tewas oleh pasukan Iran di wilayah tenggara negara itu pekan lalu, kata media pemerintah.

Jalil Qanbar-Zahi, pemimpin Ansar al-Furqan, telah dikejar oleh pasukan keamanan Iran selama 25 tahun dan dibunuh oleh Pengawal di dekat kota Qasr Qand, IRNA melaporkan.

Pasukan keamanan Iran telah melakukan serangkaian serangan dan penangkapan setelah serangan teror yang kompleks pekan lalu yang menargetkan parlemen Iran di Teheran dan tempat suci pendiri Republik Islam tersebut, Ayatollah Ruhollah Khomeini, di selatan ibukota tersebut, menewaskan 18 orang. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Pada hari Minggu malam, penjaga menembakkan setengah lusin rudal dari Iran barat ke ISIS yang berada di Suriah timur dalam apa yang dikatakan oleh komandan pelindung tersebut sebagai pesan kepada pelaku serangan Teheran dan pendukung mereka, kata media pemerintah.

Provinsi Sistan dan Baluchestan yang bergolak di Iran, di tenggara negara itu berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, merupakan rumah bagi minoritas Baluch dan merupakan sarang aktivitas militan Sunni melawan pemerintahan Islam yang didominasi Syiah.

Provinsi ini, salah satu yang paling miskin di Iran, juga merupakan bagian dari rute perdagangan narkoba yang terkenal.
Juga di Timur Tengah & Afrika Utara

Qanbar-Zahi dicari untuk sebuah serangan terhadap sebuah upacara keagamaan Syi'ah di kota Chabahar, merencanakan serangan bunuh diri dan membunuh petugas polisi di antara kejahatan lainnya, menurut IRNA.

Selama operasi yang menyebabkan kematian Qanbar-Zahi, Garda Revolusi menemukan sebuah bom mobil yang berisi 600 kilogram bahan peledak, 15 bom bunuh diri, 700 kilogram bahan peledak dan puluhan ribu peluru, IRNA melaporkan.

Ansar al Furqan adalah kelompok sempalan Jundallah, sebuah kelompok militan yang juga melakukan beberapa serangan di provinsi tersebut, menurut situs berita Mashregh.

Abdolmalek Rigi, kepala Jundallah, ditangkap dan dieksekusi oleh pemerintah Iran pada tahun 2010.

Editor : Hila Japi
Sumber : dbs

Apa Reaksi Anda?