• News

  • Internasional

Thailand Penjarakan Pemimpin Demonstrasi ‘Kaos Merah‘

Jatuporn Prompan, Pemimpin kunci pendukung kaos merah di Thailand.
Asian Correspondent
Jatuporn Prompan, Pemimpin kunci pendukung kaos merah di Thailand.

BANGKOK, NETRALNEWS.COM - Mahkamah Agung Thailand, Kamis (20/7/2017), memenjarakan seorang pemimpin tangguh oposisi selama setahun atas tuduhan memfitnah mantan perdana menteri, membatalkan dua putusan pengadilan sebelumnya, pada tahun 2012 dan 2014, yang menolak tuntutan tersebut terhadapnya.

Jatuporn Prompan adalah pemimpin kunci pendukung "kaos merah" mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan saudara perempuannya, Yingluck Shinawatra, yang juga menjabat sebagai perdana menteri. Pemerintahan mereka digulingkan dalam kudeta militer, masing-masing pada tahun 2006 dan 2014.

Jatuporn memimpin demonstrasi jalanan pada tahun 2010 ketika pendukung konglomerat telekomunikasi populis Thaksin menempati sebuah distrik perbelanjaan di Bangkok selama hampir dua bulan, menyerukan agar perdana menteri saat itu, Abhisit Vejjajiva, untuk mengundurkan diri.

Mahkamah Agung menemukan bahwa Jatuporn bersalah karena telah menyebut Abhisit seorang pembunuh dalam sebuah pidato dalam demonstrasi, yang berakhir dengan konfrontasi berdarah antara militer dan demonstran dimana lebih dari 90 orang terbunuh, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

Pengadilan mengatakan pidato Jatuporn belum dilakukan fact check atau periksa fakta dan dibuat untuk keuntungan politik, yang menyebabkan kerugian pada reputasi Abhisit.

Media melaporkan Jatuporn tidak berbicara ke pengadilan atau wartawan, tapi hanya tersenyum saat dipenjara.

Konfrontasi antara Shinawatras dan pasukan pendukung mereka, terutama di kalangan rakyat miskin pedesaan, di satu sisi, dan tempat yang didominasi militer, yang berbasis di Bangkok, di sisi lain, telah membagi Thailand selama lebih dari satu dekade.

Jatuporn memenangkan kursi di parlemen dalam pemilihan umum 2011, saat Yingluck memimpin partai Shinawatras meraih kemenangan.

Yingluck digulingkan sebagai perdana menteri beberapa hari sebelum kudeta tahun 2014 dan menghadapi pengadilan sehubungan dengan tuduhan bahwa dia salah mengelola program subsidi beras yang boros.

Pemerintahan militer yang memerintah sejak kudeta tahun 2014 telah bergerak untuk menekan pembangkangan dan kritikus yang ditahan, banyak di antaranya pendukung Shinawatras.

Jatuporn sudah dibebaskan dari kasus penghinaan lainnya yang diajukan oleh Abhisit dan tuduhan terorisme di tahun 2010.

Kasus terhadapnya dihentikan pada tahun 2012 dan 2014 ketika pengadilan mengatakan pidatonya dianggap sebagai kritik jujur ​​dan demokratis dan oleh karena itu tidak memfitnah.

Reporter : Hermina W
Editor : Nazaruli
Sumber : Asian Correspondent

Apa Reaksi Anda?