Kamis, 23 November 2017 | 08:47 WIB

  • News

  • Kesehatan

Ngeri, Kulit Wanita Ini Rontok dan “Terbakar” Setiap Hari

Kulit wanita ini terbakar dan rontok. (Dok:DailyMail)
Kulit wanita ini terbakar dan rontok. (Dok:DailyMail)

DUBLIN, NETRALNEWS.COM – Mengerikan, situasi yang tidak mengenakan menyerang wanita ini, karena kulitnya selalu rontok dan mengotori tempat tidurnya setiap hari. Sehingga dia harus mengosongkan dan membersihkan secara ekstra kasurnya.

Dia adalah Vivienne Hew (20) dari Dublin, telah menderita keluhan kulit yang umum sejak masih muda. Dia juga takut meninggalkan rumah, karena orang-orang kerap berhenti dan menatap kulitnya yang retak, dingin dan berdarah.

Setelah mengembangkan kecanduan krim yang telah diresepkan padanya, dia telah menghabiskan tiga tahun terakhir untuk melawan penarikan penggunaan steroid topikal. Sekarang, Hew, yang menganggur, tengah berada dalam penderitaan yang menyengsarakan, karena dia memiliki kulit seperti disiram dengan asam.

“Saya mengalami gatal yang benar-benar hebat, seperti berasal dari dalam tulang. Bahkan mandi pun terasa sakit. Air terasa seperti asam,” kata Hews, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (12/9/2017).

Hew kerap meletakkan es di atas kulit untuk meringankan rasa gatal, tapi sepertinya itu tidak membantu. Namun, alih-alih menghilangkan gejala, es malah memicu ruam merah ke lengan. Selain itu, krim menyebabkan kulitnya membengkak dan dia mulai merasa kedinginan saat tubuhnya berusaha mengatur suhu tubuhnya.

"Gejala-gejalanya jauh di luar eksim. Wajahku akan membengkak dan terbakar. Sampai pada titik di mana saya merontokkan begitu banyak kulit, saya harus menarik diri dari tempat tidur dan kamar saya setiap hari,” kata Hew.

Saat kulitnya memburuk, dia menjadi sangat cemas karena terlihat di depan umum. Hew merasa kecanduan krim dan itu bisa memicu kondisi yang dikenal sebagai penarikan steroid topikal, atau sindrom kulit merah, yang menyebabkan seseorang menderita suar yang menyiksa saat mereka mencoba melepaskan krim steroid.

Hew juga berkomitmen untuk melepaskan krimnya, meskipun kemajuannya lamban, dia telah melihat beberapa tanda perbaikan dan telah bersumpah untuk tetap menjalani rutinitas sehari-harinya untuk mandi di laut, mengonsumsi berbagai suplemen dan menghindari pakaian ketat yang terbuat dari bahan sintetis, serta menjadi vegan dan kerap membagikan kisah di media sosial Instagram.

“Saya ingin orang lain menyadari bahwa steroid topikal bisa berbahaya,” tukas Hew.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?