Minggu, 24 September 2017 | 10:02 WIB

  • News

  • Kesehatan

Penyakit Alzheimer dan 5 Makanan yang Dianggap Merusak Otak

 Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat.
Dailycaring
Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendapat para peneliti dari studi diet Mediterannean dan DASH (pola makan untuk mengurangi hipertensi), menyatakan ada lima jenis makanan yang harus dibatasi konsumsinya untuk mengurangi resiko terkena Alzheimer.

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Dirangkum dari beberapa website kesehatan, Rabu (13/9/2017) pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat. Kemudian lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.

Inilah lima jenis makanan yang perlu dibatasi konsumsinya untuk mengurangi resiko terkena Alzheimer.

Daging Merah

Menurut para peneliti, konsumsi daging merah tidak boleh lebih banyak dari empat porsi dalam seminggu agar kesehatan otak Anda terjaga. Sementara menurut diet Mediterranean, Anda hanya boleh makan daging merah seminggu sekali.

Mentega dan Margarin

Cukup satu sendok makan mantega atau magarine batangan dalam sehari. Jangan lebih dari itu. Peneliti menyarankan untuk mengganti mentega dan margarine dengan minyak zaitun.

Keju

Keju memang lezat, namun tidak membantu otak Anda sama sekali. Sebaiknya Anda tidak makan keju lebih dari sekali seminggu jika ingin mengurangi resiko terkena Alzheimer.

Makanan Gorengan dan Siap Saji

Makanan yang digoreng dan siap saji masuk dalam kategori makanan tidak sehat. Batasi konsumsinya. Tidak lebih dari seminggu sekali untuk kesehatan otak yang optimal.

Pastry dan Makanan Manis

Adonan pastry terbuat dari campuran tepung terigu, cairan dan lemak. Pastry dan makanan yang manis lainnya tidak hanya berdampak buruk dengan ukuran pinggang, tetapi juga negatif bagi kesehatan otak. Peneliti menyarankan untuk membatasi konsumsinya tidak lebih dari lima porsi dalam seminggu.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?