Kamis, 14 Desember 2017 | 23:58 WIB

  • News

  • Kesehatan

MUI: Hanya Ada Dua Jenis Vaksin yang Halal di Indonesia

Pentingnya vaksin campak dan rubella bagi anak-anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun.
ABC
Pentingnya vaksin campak dan rubella bagi anak-anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Shohleh mengatakan, sampai saat ini hanya ada dua jenis vaksin yang tersertifikasi halal di Indonesia. Dua vaksin tersebut adalah Vaksin Meningitis dan Vaksin Flu.

" Vaksin di Indonesia yang halal baru ada dua jenis. Vaksin Meningitis ada empat produk dan Vaksin Flu ada satu produk," kata Asrorun di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kamis (12/10/2017).

Asrorun juga menyatakan, bahwa sampai saat ini belum ada juga pengajuan sertifikasi halal vaksin Measles Rubella (MR) kepada pihak MUI. Sebetulnya pihak Bio Farma sudah pernah melakukan konsultasi pada MUI, kata Asrorun, namun secara formal belum ada prosedur registrasi yang dilakukan untuk memperoleh sertifikasi halal Vaksin MR pada MUI.

" Vaksin imunisasi MR belum ada terverifikasi halal. Sehingga hanya diperbolehkan kalau ada kebutuhan mendesak dan belum ada vaksin halal lainnya," tukas Asrorun.

Maka dari itu, Asrorun menegaskan, MUI melalui Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi, telah menyatakan rekomendasi bahwa pemerintah wajib menjamin pemeliharaan kesehatan masyarakat, baik melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, maupun  rehabilitatif. Menurut MUI, pemerintah juga wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.

"Pemerintah wajib segera mengimplementasikan keharusan sertifikasi halal seluruh vaksin, termasuk meminta produsen untuk segera mengajukan sertifikasi produk vaksin. Produsen vaksin juga wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal," jelas Asrorun.

Dalam fatwa juga direkomendasikan bahwa produsen vaksin wajib mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah bersama tokoh agama dan masyarakat juga wajib melakukan sosialisasi pelaksanaan imunisasi.

"Tidak hanya itu, orang tua dan masyarakat wajib berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk dengan memberikan dukungan pelaksanaan imunisasi," kata Asrorun.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?