Sabtu, 25 November 2017 | 07:05 WIB

  • News

  • Kesehatan

Pil Digital Ini Mampu Lacak Pemakaian Obat Pasien

Saat ini sudah ditemukan alat sensor untuk mengetahui rutinitas minum obat pada pasien.
Net Doctor
Saat ini sudah ditemukan alat sensor untuk mengetahui rutinitas minum obat pada pasien.

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Regulator Amerika Serikat telah menyetujui pil digital pertama dengan sensor tertanam untuk melacak apakah pasien memakai obat mereka dengan benar, menandai langkah maju yang signifikan dalam perkembangan layanan kesehatan dan teknologi.

Ini merupakan obat Abilify yang diciptakan perusahaan farmasi Otsuka Pharmaceutical Co Ltd untuk skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi, berisi alat pelacak yang dikembangkan oleh Proteus Digital Health.

Sistem dalam obat tersebut menawarkan cara yang obyektif untuk mengukur apakah pasien telah menelan pil mereka sesuai jadwal, yang membuka cara baru untuk memantau kepatuhan pengobatan yang dapat diterapkan di kasus terapeutik lainnya.

Saham Otsuka naik 2,5 persen pada Selasa setelah kemunculan berita oleh Badan Pangan dan Obat-Obatan AS (FDA) pada Senin malam.

FDA mengatakan bahwa kemampuan untuk melacak konsumsi obat-obatan yang diresepkan untuk penyakit jiwa mungkin berguna "untuk beberapa pasien", walaupun kemampuan pil digital untuk memperbaiki kepatuhan pasien belum terbukti.

"FDA mendukung pengembangan dan penggunaan teknologi baru dalam resep obat, dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan perusahaan untuk memahami bagaimana teknologi dapat menguntungkan pasien dan pemberi resep," ujar Mitchell Mathis dari Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.

Sistemnya bekerja dengan mengirimkan pesan dari sensor pil ke material tambalan yang dapat dipakai, yang kemudian mentransmisikan informasinya ke aplikasi seluler sehingga pasien dapat melacak konsumsi obat di telepon seluler pintar milik mereka.

Obat tersebut seukuran butiran garam, sensornya tidak memiliki baterai atau antena dan diaktifkan saat basah dari cairan perut. Cairan di dalam perut akan mengisi sirkuit antara lapisan tembaga dan magnesium di kedua sisi, menghasilkan muatan listrik kecil.

Dalam jangka panjang, pil digital semacam itu juga bisa digunakan untuk mengelola pasien dengan rutinitas pengobatan rumit lainnya, seperti penderita diabetes atau kondisi jantung.

Kepatuhan yang buruk dengan aturan konsumsi obat merupakan masalah umum pada banyak kasus penyakit, terutama bila pasien menderita penyakit kronis.

Proteus telah bekerja pada sistem pelacakan pil selama bertahun-tahun dan sensor yang digunakan di Abilify MyCite adalah yang pertama kalinya disetujui penggunaannya oleh FDA pada 2012.

Perusahaan California yang tidak terdaftar telah menarik investasi dari beberapa perusahaan perawatan kesehatan besar, termasuk Novartis AG, Medtronic Inc dan St. Jude Medical Inc, serta Otsuka.

Abilify MyCite tidak disetujui untuk merawat pasien dengan psikosis terkait demensia. Obat tersebut berisi kotak peringatan untuk tenaga layanan kesehatan profesional bahwa pasien lanjut usia dengan psikosis terkait demensia yang ditangani dengan obat antipsikotik beris

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?