• News

  • Kesehatan

Manushi, Bayi Terkecil di Dunia, Keajaiban di Kehidupan Nyata

Manushi, bayi asal India lahir dengan berat hanya 14 ons menjadikannya salah satu bayi terkecil di dunia.
Daily Mail
Manushi, bayi asal India lahir dengan berat hanya 14 ons menjadikannya salah satu bayi terkecil di dunia.

JAKARTA, NNC - Manushi, bayi asal Rajasthan, India, lahir pada 15 Juni 2017 dengan berat hanya 14 ons menjadikannya salah satu bayi terkecil yang pernah di lahirkan di dunia. Namun, perjuangan Manushi untuk bertahan hidup di Bumi ini, menjadikannya keajaiban nyata bagi keluarga dan masyarakat.

Kelahiran Manushi berawal ketika dokter di Rumah Sakit Anak Jivanta, Udaipur, India memutuskan untuk melakukan operasi darurat pada Seeta (48) ibu dari Manushi, setelah dia mengalami komplikasi selama kehamilannya, termasuk tekanan darah yang sangat rendah.

USG dilakukan pada Seeta dan hasilnya menunjukkan kekurangan aliran darah ke plasenta.

Saat Manushi lahir, tingginya hanya 8,6 inci dengan berat 14 ons. Dia memiliki paru-paru, jantung, otak dan ginjal yang belum berkembang. Ia pun memiliki kulit setipis kerta. Para dokter mengatakan kepada orang tua Manushi, kalau dia hanya memiliki peluang bertahan hidup sebesar 0,5 persen.

"Bayi yang lahir prematur ini memiliki fungsi tubuh yang sangat buruk dari semua organ tubuh termasuk paru-paru, jantung, otak, ginjal, usus, kulit, adrenal dan lain-lain. Dan semuanya membutuhkan dukungan untuk kelangsungan hidup bayi," ujar Dr Pradeep Suryawanshi, Senior Profesor Neonatologi dari Universitas Bharti di Pune, India, seperti dilansir dari laman IB Times, Sabtu (13/1/2018).

Masalah yang terkait dengan satu sistem, sambungnya, bisa membunuh bayi tersebut dan merupakan hal yang paling umum dalam kasus ini. Bayi yang terlahir prematur ini, memiliki kurang dari 0,5 persen kemungkinan bertahan hidup tanpa kerusakan otak," jelasnya.

Meskipun Manushi saat ini telah melewati masa bahaya dan berharap memiliki masa depan yang normal di masa depan, jalan menuju kelangsungan hidup bukanlah jalan yang mulus bagi Manushi karena bahkan para dokter pun tidak yakin apakah mereka akan mampu menyelamatkan bayi prematur ini.

"Saat bayi lahir, kami tidak yakin akan apa yang bisa terjadi," ujar Dr Sunil Janged, kepala neonatologist di rumah sakit tersebut.

Manushi sedang berjuang untuk bernapas, jadi segera di pasang alat bantu pernafasan pernapasan untuk memperluas paru-parunya yang kecil dan belum matang. Dia tidak bisa diberi makan secukupnya karena ketidakdewasaan ususnya.

"Kami harus memulai bayi dengan nutrisi parenteral total, yang pada dasarnya berarti memberi semua nutrisi penting seperti asam amino, lipid, karbohidrat, mineral, multivitamin dan elemen jejak langsung ke sirkulasi darah," tambahnya.

Setelah tujuh minggu tinggal di bawah perawatan intensif, bayi itu bisa bernafas lega.

Enam bulan kemudian, Manushi yang sehat beratnya bertambah menjadi 5,2 kilogram. Otaknya berfungsi normal dan matanya berkembang dengan kecepatan standar. Dia bisa pulang ke rumah bersama orang tuanya setelah berjuang bertahan selama setengah tahun.

Janged mengatakan bahwa pentingnya menyelamatkan nyawa Manushi juga penting karena jenis kelaminnya.

"Kami memutuskan untuk menyelamatkan nyawa bayi dan memberikan perawatan medis yang diperlukan dan perhatian karena kami ingin mengirimkan pesan bahwa anak perempuan harus dilindungi," katanya.

"Di negara bagian seperti Rajasthan dimana pembunuhan bayi perempuan merajalela, orang harus maju dan mengambil langkah untuk mengakhiri praktik jahat ini," tegasnya.

Orang tua Manushi telah menganggapnya sebagai keajaiban kehidupan nyata.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?