Selasa, 16 Januari 2018 | 18:30 WIB

  • News

  • Kesehatan

Tak Berbiaya Mahal, Begini Cara Atasi Sakit dan Stres di Kantor

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Canadian Business
Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

JAKARTA, NNC - Studi terbaru menunjukkan, tanaman hijau di kantor dapat membantu membersihkan udara dari zat berbahaya yang ditemukan di perabot kantor termasuk formaldehid, benzena, etilbenzena, toluena, xilena dan bahkan amonia dari produk pembersih.

Tak hanya itu, selain kantor bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang menyebabkan virus, peneliti Eddie van Etten dan Pierre Horwitz mengatakan bahwa bakteri yang terkait dengan tanaman sebenarnya bisa baik untuk tubuh.

"Bakteri baik pada tanaman di dalam ruangan dan yang ada di tanah adalah hal tambahan penting bagi kantor, dapat menstabilkan ekologi di lingkungan sintetis," imbuh mereka.

Mereka yang kantornya di gedung bertingkat tinggi tahu betul betapa mudahnya penyakit menyebar.

Tapi, meski masalah kesehatan sering dikaitkan dengan ventilasi buruk, bahan kimia yang ada di perabot kantor juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Menurut peneliti, solusinya sederhana saja. Cukup berinvestasi lewat tanaman hijau yang akan membantu membersihkan udara dari bahan kimia beracun.

"Salah satu cara terbaik untuk mengatasi sakit dan stres adalah dengan mengisi kantor dengan tanaman," tulis Etten dan Horwitz, dilansir dari laman Antara, Sabtu (13/1/2018) .

"Idealnya, Anda ingin tanaman yang mudah dirawat dan bisa 'membersihkan' patogen di udara, mengurangi bakteri dari kantor, dan bisa tetap segar meski hanya mendapat sedikit cahaya matahari."

"Bakteri di tanaman juga dapat membantu menghindari wabah dari patogen dan menyeimbangkan ekosistem.

"Keseimbangan ini mengurangi penyakit virus dan meningkatkan tingkat kesehatan staf."

Temuan ini juga didukung oleh penelitian NASA sebelumnya yang menemukan bahwa menanam beberapa jenis tumbuhan tertentu di rumah bisa mencegah Anda jatuh sakit.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?