• News

  • Kesehatan

Jangan Lakukan LASIK saat Hamil, Ini Alasannya

Ibu hamil dilarang melakukan prosedur Laser Assisted In Situ Keratomileusis atau LASIK.
Healthable
Ibu hamil dilarang melakukan prosedur Laser Assisted In Situ Keratomileusis atau LASIK.

JAKARTA, NNC - Spesialis Mata dr Zoraya Ariefia Feranthy memperingatkan, bahwa ibu hamil dilarang melakukan prosedur Laser Assisted In Situ Keratomileusis atau LASIK.

LASIK merupakan salah satu teknologi bedah reaktif di bidang mata yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kualitas hidup. Melalui LASIK, orang dapat melihat jelas tanpa alat bantu tanpa gangguan refraksi yang merupakan salah satu gangguan penglihatan tersering yang dialami penduduk dunia.

Dijelaskan dokter yang akrab disapa dr Ranthy, faktor hormonal sangat mempengaruhi keberadaan kelenjar yang menghasilkan air dan minyak pada tubuh. Sedangkan di mata, ada kelenjar air mata yang sangat terpengaruh oleh kerjanya hormon, salah satunya pada saat keadaan hamil dan menyusui.

Keadaan hamil dan menyusui inilah dikatakan faktor yang membuat hormon penghasil air mata itu rendah, sehingga mata menjadi kering.

"Selain itu kemampuan melihat saat hamil, ada tekanan-tekanan yang berubah. Sehingga dari  pembuluh darah, tekanan bola mata, bisa sebabkan penglihatan berubah, seakan-akan jadi lebih buram penglihatannya, padahal setelah melahirkan dan menyusui selesai, mata kembali ke normal," kata dr Ranthy.

Maka dari itu, apabila prosedur LASIK dilakukan, prosedur LASUK tidak akan memberikan hasil yang sebetulnya. Sehingga dianjurkan untuk melakukan LASIK saat selesai melahirkan, enam bulan setelahnya.

"Kalau LASIK tetap dilakukan saat hamil, ada risikonya. Kornea kan memiliki epitel yang hasilkan komponen air mata, kalau keadaan mata kering, penyembuhan luka terganggu, bisa infeksi dan radang," tegas dr Ranthy.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?