• News

  • Kesehatan

Gizi Buruk Kembali Ditemukan, RSUD Cepat Tanggap

Gizi buruk kembali ditemukan di Rejang Lebong.
ACT
Gizi buruk kembali ditemukan di Rejang Lebong.

REJANG LEBONG, NNC - Balita penderita gizi buruk di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kembali ditemukan petugas kesehatan dan mesti menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Penderita gizi buruk yang ditemukan petugas menjalani perawatan di RSUD Curup ini ialah Yusuf balita berusia enam bulan, anak pertama dari pasangan berusia muda yakni Marwan (25) dan Desi (21) yang tinggal di Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang.

"Anak ini tidak sakit, tapi kurang gizi. Selama ini baru sekali dibawa berobat ke Puskesmas, saya berharap cucu saya ini bisa sehat seperti anak-anak seusianya," kata Hakma (40) orang tua Desi saat ditemui di ruang anak klas III RSUD Curup, Sabtu, (14/7/2018).

Cucunya yang bernama Yusuf tersebut tambah dia, saat ini memasuki usia enam bulan dengan berat badan lima kg. Cucunya tidak disusui oleh ibunya, karena ASI nya sedikit.

Cucunya itu sendiri saat ini belum memiliki jaminan BPJS Kesehatan, dan sedang diupayakan pihak keluarganya untuk dimasukan dalam program Jamkesda Rejang Lebong. Namun, karena mereka masuk ke RSUD pada Jumat sore sehingga baru bisa diurus pada Senin mendatang.

Sementara itu Desi, saat ditanyai wartawan dengan singkat mengatakan kalau kondisi perekonomian mereka berasal dari keluarga tidak mampu, di mana suaminya hanya bekerja sebagai penjaga kebun kopi milik warga di desanya, sehingga tidak bisa memiliki makanan bergizi.

Dilansir Antara, sebelumnya RSUD Curup pada Kamis (5/7) lalu juga merawat pasien balita penderita gizi buruk kronis (marasmus) atas nama Sera (1 tahun), yang berdiam di Trans Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, di mana kondisinya saat masuk RSUD Curup sangat memperihatinkan dengan berat badan lima kg.

Balita malang ini setelah sepekan menjalani perawatan di RSUD Curup, dinyatakan meninggal dunia, pada Kamis pagi (12/7) dan langsung dibawa petugas ke Kecamatan Kota Padang guna di makamkan.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?