• News

  • Kesehatan

Jumlah Dokter ‘Retaker‘ Berpotensi Semakin Banyak

Ilustrasi.
Dokumentasi NNC
Ilustrasi.

JAKARTA, NNC - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Marwito Wiyanto menilai, jumlah retaker berpotensi akan semakin banyak. Hal ini dapat terjadi apabila tidak ada intervensi untuk memperbaiki sistem pendidikan kedokteran di Indonesia. 

Retaker sendiri merupakan sebutan bagi dokter warga negara Indonesia (WNI) yang pernah mengikuti dan belum lulus uji kompetensi dokter.

Menurut Marwito, seharusnya dibuat rekruitmen standar atau per wilayah. Pasalnya tiap wilayah memiliki keunikan dan tuntutan kebutuhan wilayahnya masing-masing. 

"Tidak bisa digeneralisir. Per wilayah perlu diatur dan dilihat evaluasinya. Kearifan lokal memiliki komponen didalamnya," kata Marwito.

Pernyataan tersebut disampaikan Marwito dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI). FGD sendiri mengangkat tema Menyibak Kabut Gelap Pendidikan Kedokteran Indonesia di Jakarta, Selasa (12/9/2018).

Hadir dalam FGD pengurus PDUI, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), beberapa dekan fakultas kedokteran berbagai universitas, perwakilan DPR dan perwakilan di bidang hukum.

FGD juga dilaksanakan dengan latar belakang kekhawatiran pengesahaan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. UU ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas Pendidikan Kedokteran serta menyelesaikan berbagai masalah dalam praktek kedokteran di Indonesia. 

Namun pada kenyataannya, sejak ditandatangani oleh presiden justru menimbulkan resistensi dari berbagai pihak, terutama dari dokter dan kalangan dunia pendidikan kedokteran sendiri. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?