• News

  • Kesehatan

Risiko Pecah Pembuluh Darah Orang Asia Lebih Tinggi Dibanding Orang Kaukasia

Ilustrasi Pembuluh Darah
Infonitas
Ilustrasi Pembuluh Darah

JAKARTA, NNC - Staf Medis Divisi Neurovaskular dan Stroke-Departemen Neurologi, FMUI-RSCM Dr Kurniawan mengungkapkan, risiko pecah pembuluh darah Orang Asia lebih tinggi jika dibandingkan dengan Orang Kaukasia. Hal ini bisa terjadi diakibatkan karena masalah genetik. 

"Di Indonesia, malformasi, kelainan pembuluh darag tinggi. Jadi risiko pecah pembuluh darah tinggi dibanding Orang Eropa," kata Dr Kurniawan pada NNC baru-baru ini di Jakarta.

Diakui Dr Kurniawan, studi genetik di Indonesia memang belum banyak. Namun keadaan Indonesia hampir mirip dengan populasi penduduk Jepang dan Thailand, bahwa kejadian stenosis yakni kasus penyempitan pembuluh darah otak tinggi, dibandigkan orang-orang Eropa. 

"Di Eropa banyak orang stroke karena penyempitan pembuluh darah di leher, karotis. Kalau di Asia stroke banyak terjadi karena masalah di pembuluh darah di kepala, stenois," kata Dr Kurniawan.

Ditanya gen apa yang membawa faktor tersebut, Dr Kurniawan menyatakan sampai saat ini belum diketahui banyak. Namun selain bawaan genetik, ada faktot lain risiko tinggi pecah pembuluh darah yang lain, yakni gaya hidup.

Menurut Dr Kurniawan, saat ini bisa dikatakan bahwa Orang Asia dan Eropa, gaya hidupnya hampir serupa, misalnya dalam konsumsi makanan cepat saji. Bahkan menurut Dr Kurniawan, gaya hidup Orang Indonesia lebih buruk dengan adanya transportasi jarak pendek seperti ojek. 

"Sekarang bisa dibilang gaya hidup orang barat hampir mirip dengan masyarakat Indonesia, bahkan lebih buruk karena porsi jalan sedikit. Ada ojek, padahal di luar egeri jalan kaki," kata Dr Kurniawan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?