• News

  • Kesehatan

Mensos Berharap Masyarakat Sadari Bahaya HIV/AIDS

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita.
Humas Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita.

JAKARTA, NNC - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita turut prihatin dengan masih tingginya angka pengidap HIV AIDS di Indonesia. Terlebih, kelompok terbesar yang terpapar HIV AIDS adalah kelompok usia produktif. 

Untuk menangani masalah ini, Kementerian Sosial telah mengambil langkah-langkah antisipatif yang tepat dan terencana. Salah satunya, dengan pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA, yang dilakukan Menteri Sosial hari ini.

“Mereka yang dikukuhkan diharapkan dapat menjadi pioneer, agent-agent di masyarakat yang memberikan pemahaman yang tepat dan benar tentang HIV AIDS,” kata Mensos dalam peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 dan Pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA tahun 2018, melengkapi kegiatan serupa, yakni pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA, yang dilakukan tahun 2007. 

Selanjutnya, mengutip data Kementerian Kesehatan 2018, Mensos menyatakan,  mencatat mereka yang terpapar sebanyak 301.950 kasus HIV dan 108.829 kasus AIDS. Penyebaran tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun.

“Ini sangat mengkhawatirkan karena populasi tertinggi justru pada usia produktif yang seharusnya jadi subjek dan penggerak pembangunan,” kata Mensos.

Kondisi mereka yang tertular HIV AIDS, tentu saja sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek fisik dan psikologis. “Pada gilirannya, hal ini bisa menjadi masalah sosial ketika terjadi diskriminasi. Oleh karena itu penanganan HIV AIDS haruslah komprehensif,” kata Mensos menambahkan.

Mensos berharap, melalui Sahabat Peduli ODHA, masyarakat dapat memahami, sekaligus menghindari penyebaran virus HIV AIDS dan menjadi sahabat mereka yang telah terdampak untuk bangkit bersama menatap masa depan yang lebih cerah. 

Selain melalui Sahabat Peduli ODHA, Kementerian Sosial juga menyelenggarakan pelayanan rehabilitasi sosial bagi mereka yang terdampak HIV melalui Balai dan Loka Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV. 

Saat ini Kementerian Sosial telah memiliki tiga Balai dan Loka, yaitu ; Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Wasana Bahagia Ternate, untuk penanganan wilayah timur, Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Bahagia Medan, untuk penanganan wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta Loka Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV Kahuripan Bekasi dengan wilayah kerja Pulau Jawa, NTB, dan Bali.

“Perlu juga diketahui, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki lembaga rehabilitasi milik pemerintah, meski angka HIV AIDS di Indonesia bukan tertinggi di dunia. Hal ini mengandung arti bahwa pemerintah memiliki perhatian yang serius terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS,” kata Mensos.

Menurut Mensos, peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 dengan tema “Saya Berani Saya Sehat” sangatlah strategis dalam rangka mengingatkan bangsa ini bahwa kita memiliki persoalan besar tentang penanggulangan HIV AIDS.

Mensos mengingatkan, kita memiliki pekerjaan besar yakni memulihkan kondisi psikososial mereka yang tertular HIV AIDS melalui rehabilitasi sosial. Tujuannya agar mereka dapat menjalankan fungsi sosialnya secara wajar. “Dalam bahasa sehari-hari kita sebut mereka dapat berfungsi sosial,” kata Mensos.

Mensos memaknai slogan: Saya berani, Saya Sehat dalam arti dalam situasi terpapar HIV AIDS kita harus tetap optimistis, berani tampil di tengah masyarakat, tetap berkarya, tetap semangat menyongsong masa depan, sehingga kemudian hidup kita menjadi sehat.  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?