• News

  • Kesehatan

Mengerikan, Air Mata Pria Ini Berupa Darah dan Mengalir di Wajahnya

Ilustrasi
dok.Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA, NNC - Seorang pria berusia 22 tahun pergi ke rumah sakit setelah air matanya berupa darah dan mengalir di wajahnya dua kali, tetapi tes pemeriksaan mengungkapkan tidak ada yang salah dengannya.

Menangis darah secara medis sendiri dikenal sebagai hemolacria, dan memiliki sejumlah penyebab yang mendasarinya, menurut dokter yang menulis dalam Laporan Kasus BMJ. Kondisi langka itu disimpulkan sebagai misteri dalam kasus pria yang tidak disebutkan namanya itu.

"Haemolacria adalah suatu kondisi di mana pasien memiliki air mata berdarah, bukan air mata berair normal. Ini adalah gejala sejumlah penyakit," tulis penulis utama Dr Robert James, dilansir dari laman Daily Mail, Senin (31/12/2018).

Pria itu pergi ke Institut Ilmu Kedokteran Kepulauan Andaman dan Nikobar di Port Blair di Pulau Andaman Selatan, India. Di rumah sakit, pria muda yang sedang menangis darah itu menjalani tes ekstensif untuk melihat apa yang mungkin salah dengannya.

Haemolacrica adalah kondisi langka di mana tubuh mencampur darah dengan air mata, yang kemudian dikeluarkan lewat air mata. Tidak jelas berapa banyak orang yang terpengaruh oleh kondisi yang tampak mengerikan itu, dan itu bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Infeksi pada mata, cedera wajah, pembengkakan, tumor di dalam atau di sekitar mata, atau mimisan, semuanya dapat menghasilkan air mata yang mengandung darah. Darah bisa berasal dari cedera pendarahan dan bercampur dengan air mata, karena didorong melalui tabung yang menghubungkan mata dan hidung, atau dari bocornya pembuluh darah di dalam saluran air mata.

Kondisi ini mungkin terlihat lebih buruk daripada biasanya, dan biasanya dapat diobati dengan mengatasi infeksi yang mendasarinya atau penyebab lainnya. Tapi itu bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, kanker atau cedera serius sehingga harus diperiksa oleh dokter.

Para dokter mengesampingkan penyakit genetik, seperti penyakit von Willerbrand, demam berdarah dan leptospirosis. Mereka memutuskan hemolacria-nya idiopatik, artinya penyebabnya tidak diketahui.

"Keadaan ini menyumbang sekitar 30 persen dari kasus air mata berdarah, dimana penyebab menangis darah tidak diketahui. Ini mungkin merupakan indikasi dari tumor di alat lakrimal (kelenjar di belakang mata)," kata Dr James.

Konjungtivitis bakteri yang parah atau cedera mata lokal dapat terjadi dengan hemolacria. Pada wanita, deposisi jaringan endometrium ektopik dalam saluran lakrimal dapat menimbulkan air mata berdarah selama menstruasi.

Infeksi pada mata, cedera wajah, pembengkakan, tumor di dalam atau di sekitar mata, atau mimisan atau kelainan darah semuanya dapat menghasilkan air mata yang mengandung darah, yang biasanya terlihat lebih buruk daripada kelihatannya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?