• News

  • Kesehatan

Kasus Flu Burung pada Unggas dan Babi, Ditemukan di Bangka Barat

Flu burung (nature)
Flu burung (nature)

MUNTOK, NETRALNEWS.COM - Kasus positif suspek flu burung ditemukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Kecamatan Muntok dan Kelapa. Di Kecamatan Muntok, flu burung ditemukan pada ayam sedangkan di Kecamatan Kelapa, flu burung menyerang ayam, bebek dan babi.

"Petugas Dinas Kesehatan bersama Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat telah melakukan pemeriksaan menggunakan RDP untuk memastikan temuan kasus tersebut dan menemukan unggas mati positif suspek flu burung," kata Kepala Bidang Bina Program Dinkes Kabupaten Bangka Barat, Yudi Widyansa di Muntok, Rabu.

Ia menerangkan, pemeriksaan dilakukan di Kecamatan Muntok di dua lokasi yaitu di Gang Sukun RT 03 RW I dan di Puput tepatnya di belakang Kompi, menemukan kasus pada ayam.

"Sedangkan di Kecamatan Kelapa dilakukan pemeriksaan di Desa Sinarsari ditemukan kasus positif menyerang ayam, bebek dan babi," kata dia.

Ia menerangkan, virus berbahaya tersebut baru ditemukan pada binatang, sedangkan dari pemeriksaan terhadap manusia belum ditemukan atau negatif, namun pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh unggas yang dinyatakan positif langsung dimusnahkan semuanya dengan cara dibakar.

"Kami berharap masyarakat jangan diam jika ada unggas mati mendadak, selain itu jangan menjual ayam dalam keadaan sakit karena kalau ayam sudah terinfeksi akan berbahaya jika dikonsumsi manusia," kata dia.

Masyarakat diharapkan proaktif jika mencurigai adanya tanda-tanda kasus unggas mati mendadak agar segera melaporkan ke Dinas Tanbunak kabupaten setempat atau Puskesmas terdekat.

"Apabila terjadi demam dengan panas lebih dari 38,5 derajat setelah melakukan kontak dengan unggas segera bawa ke Puskesmas terdekat," kata dia.

Masyarakat diharapkan selalu waspada dan tidak main-main dengan flu burung karena bisa merenggut nyawa manusia.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara

Apa Reaksi Anda?