Jumat, 24 Maret 2017 | 13:07 WIB

  • News

  • Kesehatan

16 Kali Operasi, Dokter Berharap ‘‘Manusia Pohon‘‘ dari Bangladesh Sembuh

Rabu, 11 Januari 2017 | 00:08 WIB
Abul Bajandar, ''manusia pohon'' asal Bangladesh (ABC)
Abul Bajandar, ''manusia pohon'' asal Bangladesh (ABC)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah 16 kali menjalani operasi dari penyakit kulit yang mengubah tangannya menjadi seperti cabang-cabang kutil, dokter berharap "manusia pohon" dari Bangladesh, Abul Bajandar, dapat sembuh.

Abul Bajandar, pria asal Bangladesh ini dijuluki 'manusia pohon' karena kulit seperti kutil di tubuhnya,  telah menjalani perawatan yang diharapkan dokter dapat menyembuhkannya dari kondisinya.

Ia telah menjalani setidaknya 16 operasi untuk mengangkat pertumbuhan 5 kg kutil dari tangan dan kaki sejak kondisinya menarik perhatian para dokter setahun yang lalu.

Mantan tukang becak berusia 27 tahun ini adalah salah satu dari hanya empat orang di dunia yang pernah didiagnosis dengan epidermodysplasia verruciformis, kondisi genetik yang sangat langka yang dijuluki 'penyakit manusia pohon' yang membuatnya tidak dapat memeluk putrinya yang berusia tiga tahun.

Kesembuhan Bajandar adalah tonggak yang luar biasa dalam sejarah ilmu kedokteran, kata Samanta Lal Sen, koordinator operasi plastik di Dhaka Medical College Hospital.

"Kami mengoperasi dia setidaknya 16 kali untuk menghilangkan kutilnya. Tangan dan kakinya sekarang hampir pulih. Dia boleh pulang dalam 30 hari mendatang setelah beberapa operasi kecil untuk menyempurnakan bentuk tangannya," kata Sen, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (11/1/2017).

Sen percaya Bajandar bisa menjadi orang pertama yang sembuh dari penyakit ini, asalkan kutil tidak tumbuh kembali.

Tahun lalu seorang pria Indonesia meninggal karena kondisi genetik langka.

Berbicara dari tempat tidurnya di Medical College Hospital Dhaka, yang telah merawatnya secara gratis, Bajandar mengatakan rasa sakit dai kondisinya sudah 'tak tertahankan'.

“Saya tidak pernah berpikir saya akan pernah bisa memeluk anak saya dengan tangan saya," katanya, menunjukkan tangannya yang dibalut.

"Sekarang saya merasa jauh lebih baik, saya bisa mendekap anak saya di pangkuan saya dan bermain bersamanya. Saya tidak sabar untuk kembali ke rumah," ujarnya.

Bajandar, yang berasal dari sebuah desa miskin di kawasan pesisir selatan Khulna, menjadi terkenal setelah kondisinya diliput secara luas pada media lokal dan internasional.

Dia bertemu istrinya Halima Khatun sebelum ia tertular penyakit itu, tapi itu terjadi pada saat mereka telah menikah, melawan keinginan orangtuanya.

Mereka bertiga telah tinggal di rumah sakit sejak ia disyaratkan untuk operasi pertama hampir setahun yang lalu.

"Dia mungkin pasien paling dicintai dan paling lama tinggal di rumah sakit ini," kata dokter yang sedang bertugas Nurun Nahar.

Bajandar awalnya mengira kutil tidak berbahaya, tetapi mereka akhirnya menutup tangan dan kakinya, memaksanya untuk berhenti bekerja.

Sekarang ia berencana untuk mendirikan sebuah bisnis kecil menggunakan sumbangan yang diterima dari simpatisan di seluruh dunia.

"Saya sangat khawatir tentang membesarkan anak saya. Saya berharap kutukan ini tidak akan kembali lagi," katanya.

Reporter : Hermina W
Editor : Lince Eppang