Senin, 18 Desember 2017 | 12:01 WIB

  • News

  • Kesehatan

Jangan Berikan Anak Obat Batuk dan Nyeri yang Mengandung Kodein

Batuk pada anak (Essential Health).
Batuk pada anak (Essential Health).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat ( FDA) mengingatkan anak-anak di bawah usia 12 tahun atau ibu menyusui, tidak boleh diberikan resep obat yang mengandung kodein, tramadol karena berbahaya bagi mereka.

Kajian FDA menemukan, 21 kematian terkait kodein terjadi pada anak yang berusia di bawah 12 tahun dan terdapat lebih dari 60 kasus masalah pernapasan yang parah selama lima dekade.

Kodein adalah obat opioid yang sering terkandung dalam sirup obat batuk yang dijual bebas dan sebagai obat penghilang nyeri, terutama setelah operasi. Namun laporan mencatat bahwa variasi genetik yang lama menyebabkan beberapa orang mencernakan terlalu cepat sehingga mengakibatkan kantuk yang berlebihan dan kesulitan bernafas.

Dikutip dari laman NPR.org, Jumat (21/4/2017) mengatakan, beberapa obat resep mengandung kodein atau tramadol. Misalnya, obat penghilang rasa sakit Tylenol 3 mengandung asetaminofen dan kodein.

Kodein sering diresepkan untuk menghilangkan nyeri setelah operasi pengangkatan amandel. Namun, FDA telah melarang menggunakannya. Operasi pengangkatan amandel kadang diajurkan untuk mengobati pembesaran amandel yang menyebabkan sleep apnea yakni kondisi umum berhenti bernapas saat tidur.

Menurut FDA, kondisi ini telah dikaitkan dengan obesitas dan anak-anak yang mengalami sleep apnea pada saat tidur adalah sangat rentan terhadap kesulitan pernapasan yang diakibatkan oleh kodein. Sehingga FDA melarang pasien yang berusia 12-18 tahun yang mengalami obesitas atau penyakit paru-paru maupun sleep apnea untuk tidak menggunakan kodein.

"Kodein adalah obat yang efektif bila digunakan dengan benar, (tapi) mereka dapat menyebabkan banyak bahaya saat penggunaannya tidak benar," kata Wakil Direktur Program Peraturan di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.

FDA juga merekomendasikan agar orangtua berbicara dengan dokter sebelum mereka meresepkan obat untuk anak. FDA juga mencatat bahwa batuk pilek pada anak umumnya ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari.

"Jadi mungkin anak-anak tidak perlu minum obat apa pun jika batuk dan pilek," jelas FDA.

Pengumuman yang dilansir FDA pada Kamis (20/4/2017) ini merupakan tindaklanjut dari rekomendasi 2015 yang dikeluarkan oleh Komite Penasihat Independen yang merekomendasikan agar FDA membatasi resep obat yang mengandung kodein untuk anak-anak.

Regulator di Eropa, Kanada dan Australia melarang penggunaan obat-obatan yang mengandung kodein untuk anak-anak. Menurut database label publik FDA, lebih dari 100 obat yang mengandung kodein disetujui untuk dijual tanpa resep di AS.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?