Selasa, 23 Mei 2017 | 00:28 WIB

  • News

  • Kesehatan

Rahim Anak Tak Subur, Seorang Ibu Rela Sumbangkan Rahimnya

Jumat, 19 Mei 2017 | 22:17 WIB
Janin dalam kandungan (sputnik inertantional)
Janin dalam kandungan (sputnik inertantional)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang ibu melakukan transplantasi rahim kepada putrinya yang berusia 21 tahun, yang tidak memiliki rahim. Operasi ini merupakan transplantasi rahim pertama yang dilakukan di India. Operasi berlangsung selama delapan jam di kota Pune, India barat daya, Kamis (18/5/2017).

Operasi dilakukan oleh tim dokter di Rumah Sakit Galaxy Care Pune dan dipimpin oleh direktur medis rumah sakit, Dr. Shailesh Puntambekar.

"Prosedurnya sulit karena beberapa arteri besar harus bergabung di sana, dan pembuluh darah itu kecil dan pendek. Secara teknis sangat sulit," ujar Puntambekar, seperti dikutip dari laman The Blade, Jumat (19/5/2017).

Pasien harus menunggu setahun sebelum mencoba hamil melalui fertilisasi in-vitro (IVF), memberi tubuhnya cukup waktu untuk menyembuhkan dan menyesuaikan diri dengan rahim baru.

Menurut Dr Mats Brännström, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Universitas Swedia di Gothenburg, hanya enam bayi yang pernah dilahirkan dari transplantasi rahim - dua dari ibu yang sama.

Brännström memimpin tim yang berhasil melakukan prosedur transplantasi rahim pada tahun 2014 dan bayi lahir sehat di Swedia. Sebelumnya ada 11 kali kegagalan di seluruh dunia, baik yang dilakukan oleh timnya maupun tim yang lain dalam proses transplantasi rahim hingga proses persalinan bayi.

Lima bayi yang lahir dari transplantasi rahim, merupakan hasil operasi yang dilakukan oleh Tim Swedia.

Karena itu, masih harus dilihat apakah transplantasi rahim pertama di India ini akan menghasilkan kelahira.

"Kami bertanggung jawab untuk memenuhi impian pasien menjadi seorang ibu," ujar Puntambekar.

Meski tanggung jawab di pundaknya, namun ia merasa santai dan percaya diri. Pencangkokan uterus yang berhasil, jarang terjadi karena kompleksitas prosedur yang terlibat. Di India, hal ini adalah sejarah pertama transplantasi rahim, sementara di seluruh dunia ada 30 kasus serupa.

Negara yang pernah melakukan transplantasi rahim yakni Amerika Serikat, Brasil, Swedia, Tiongkok, Jerman, Serbia, Republik Cheska, Arab Saudi dan Turki.

Cara Baru Untuk Hamil

Dalam kondisi yang dikenal sebagai infertilitas uterus absolut, rahim yang tidak ada atau yang membuat wanita tidak subur, dikeluarkan. Kondisi ini mempengaruhi 500 wanita usia subur atau sekitar 1,5 juta wanita di seluruh dunia.

Transplantasi Uterus bisa menjadi cara bagi wanita dengan infertilitas rahim mutlak untuk hamil, daripada harus mengadopsi atau memilih pengganti.

Proses transplantasi rahim dimulai dengan IVF, dimana telur dikeluarkan dari pasien, dibuahi dengan sperma dan kemudian embrio yang dihasilkan membeku.

Rahim kemudian dikeluarkan dari donor dan dipindahkan ke penerima.

Embrio ditanamkan di rahim biasanya kira-kira setahun setelah transplantasi berlangsung untuk memastikan tubuh tidak menolak rahim yang baru.

Akhirnya, pasien dipantau untuk kehamilan.

Biasanya, rahim yang disumbangkan kemudian akan dihapus begitu jumlah anak yang diinginkan lahir, sehingga si penerima tidak memerlukan obat imunosupresif secara terus menerus, oleh karena itu meminimalkan risiko efek samping jangka panjang dan penolakan tubuh terhadap rahim yang baru.

Namun, dalam beberapa kasus, penghapusan ini mungkin tidak diperlukan.

Operasi bisa, di masa depan, digunakan tidak hanya pada wanita dengan rahim yang tidak hadir atau sakit tetapi juga pada wanita transgender yang ingin melahirkan.

Namun Brännström merasa prosedurnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum bisa menjadi lebih mudah didapat.

"Paling sedikit 3-5 tahun sebelum ini akan menjadi prosedur klinis. Kami memerlukan lebih banyak data dari uji klinis," katanya.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?