Selasa, 21 November 2017 | 07:45 WIB

  • News

  • Kesra

Kopi Gayo Diperkenalkan ke Produsen Kanada, Begini Reaksinya

Kopi Gayo Aceh diperkenalkan pada pengusaha dari Kanada.
Kemendag
Kopi Gayo Aceh diperkenalkan pada pengusaha dari Kanada.

TAKENGON, NETRALNEWSC.COM - Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Kanada memfasilitasi pertemuan para pengusaha kopi gayo Indonesia untuk memperkenalkan variasi kopi gayo ke lima buyer potensial asal Kanada.

Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen PEN Kemendag Sulistyawati, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung pada 13-17 November 2017 di Takengon, Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

“Buyer mission ini merupakan wujud kerja sama antara Ditjen PEN dengan Global Affairs Canada dalam TPSA Project untuk mempromosikan produk kopi khas (specialty coffee) Indonesia. Tidak hanya di Aceh, kopi khas Indonesia memiliki 16 jenis dengan indikasi geografis yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia,” Sulistyawati.

Sulis menyampaikan, kedatangan lima buyer asal Kanada kali ini menjadi upaya mempromosikan kopi Indonesia, dalam hal ini kopi gayo dan berbagai ragamnya, ke Kanada. Kelima buyer berasal dari Bean North Coffee Roasting, Cooperative Coffee, Just Us Coffee Roaster Cooperative, Los Beans, dan Lenoir & Lacroix.

Selama di Takengon, kelima buyer akan mengunjungi lima produsen kopi gayo. Kelima produsen tersebut adalah PT. Meukat Komoditi Gayo, PT. Orang Utan Lestari, Koperasi Redelong Organic, Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowa Gayo), dan Koperasi Arinagata. Sebagai bagian penting dalam perdagangan kopi, para buyer mencicipi kopi (coffee cupping) produksi para produsen yang dikunjungi. Coffee cupping ini dilaksanakan dalam acara khusus di Gedung Pasar Lelang, Takengon, Aceh Tengah.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag Marolop Nainggolan memperkirakan acara buyer mission ini memberikan potensi bisnis bagi para pengusaha kopi gayo Indonesia di Takengon sebesar US$ 1,2 juta.

“Para buyer asal Kanada dipertemukan dengan para produsen kopi di kawasan penghasil kopi gayo arabika di Indonesia. Selama pertemuan, para buyer dapat menikmati sampel panen kopi tahun ini sebelum mereka memutuskan untuk membeli kopi,” ujar Marolop.

Marolop menambahkan, para buyer diperkenalkan dengan metode pembibitan, penanaman, dan pengolahan tanaman kopi hingga menghasilkan kopi berkualitas baik. Para buyer juga diajak menanam bibit kopi gayo di Pusat Penelitian Kopi Gayo Takengon.

“Kopi gayo memiliki rasa yang unik. Selain itu, adanya program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Sosical Responsibility/CSR) dari para pengusaha kopi di Takengon ini berhasil menjadi daya tarik yang menambah minat buyer untuk bertransaksi,” ujar Marolop.

Pada acara ini, para buyer juga dipertemukan dengan Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara. Khairul menyampaikan bahwa untuk meningkatkan identitas kopi gayo ke depan, dibutuhkan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan daratan (dry port) agar ekspor dapat langsung dilakukan dari wilayah Gayo.

“Mencatat pernyataan Wakil Bupati Aceh Tengah, para pengusaha kopi dan buyer diimbau tetap memperhatikan pelestarian lingkungan, terutama hutan, untuk menjaga iklim yang kondusif agar produksi kopi dapat berkelanjutan,” jelas Marolop.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?