• News

  • Kesra

Upah Jurnalis Masih Minim, AJI Desak Dewan Pers Ubah Standar Perusahaan Media

AJI desak Dewan Pers unah standar perusahan pers
Aji Bandung
AJI desak Dewan Pers unah standar perusahan pers

JAKARTA, NNC - Aliansi Jurnalis Independen ( AJI) Jakarta mendesak Dewan Pers mengubah Standar Perusahaan Pers agar jurnalis mendapatkan upah yang mendekati standar upah layak yang mereka tetapkan.

Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim, mengatakan saat ini, Dewan Pers hanya mewajibkan perusahaan pers untuk memberikan upah kepada pekerja media sekurang-kurangnya sesuai dengan upah minimum provinsi dengan 13 kali gaji dalam setahun. Kewajiban itu tercantum pada Pasal 8 Peraturan Dewan Pers Nomor 4 Tahun 2008 tentang Standar Perusahaan Pers.

Menurut Hasim, jurnalis seharusnya mendapatkan upah lebih tinggi dari UMP karena mereka merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, berisiko tinggi dan rentan terkena masalah hukum.

"Selain itu, perusahaan media juga wajib memberikan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan kepada setiap jurnalis dan keluarganya, termasuk memenuhi hak jurnalis perempuan seperti ruang laktasi, cuti haid dan cuti melahirkan," tutur Nurhasim, dilansir Antara,  Minggu (14/01/2018).

Berdasarkan survei AJI Jakarta, umumnya media tidak memberikan cuti haid kepada jurnalis perempuan dan tidak menyediakan ruang laktasi. Hanya beberapa media yang memberikan hak cuti haid kepada jurnalis perempuan dan menyediakan ruang laktasi.

AJI Jakarta menetapkan upah layak jurnalis pemula di Jakarta pada 2018 sebesar Rp7.963.949, lebih tinggi daripada upah layak pada 2016, yaitu Rp7.540.000.

Besaran upah layak itu diperoleh dari hasil survei sejumlah kebutuhan jurnalis di Jakarta. Jurnalis memiliki kebutuhan tersendiri agar mampu secara profesional.

AJI Jakarta menghitung besaran upah layak berdasarkan 37 komponen dari lima kategori, yaitu pangan, tempat tinggal, sandang, dan kebutuhan lain seperti pulsa, internet dan cicilan laptop. Selain itu, jurnalis juga memiliki kebutuhan khas untuk meningkatkan kapasitasnya seperti berlangganan koran dan berbelanja buku.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?